Amazing Life, R U Kiddin' Me?December 26, 2006 2:56 pm
Hari ini, dua tahun yang lalu. Sudah ga perlu diingatkan lagi ya peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh dan Nias tepat pada hari ini, dua tahun yang lalu. Sudah bukan waktunya lagi terlena oleh kejadian tersebut. Saatnya melangkah maju.
Yang jadi pertanyaan, bagaimana kabar rekonstruksi Aceh dan Nias, dua tahun setelah kehancurannya? Bagaimana nasib pengungsi korban gempa dan tsunami tersebut? Apakah kesejahteraan mereka sudah membaik?
Mari kita buat daftar perkembangan yang terjadi di Aceh pasca-tsunami:
- Perjanjian damai antara pemerintah pusat Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Status: klausul perjanjian belum terlaksana seluruhnya. Ini merupakan langkah pertama yang sangat baik bagi warga Aceh. Ga seperti di Srilangka yang setelah tsunami, hubungan antara pemerintah pusat dengan Macan Tamil malah makin memburuk.
- Pelucutan senjata sayap militer GAM. Status: selesai.
- Penarikan pasukan non-organik TNI/Polri. Status: on-going.
- Pembentukan Aceh Monitoring Mission (AMM) yang bertugas mengawasi jalannya pemenuhan klausul perjanjian damai pemerintah pusat Indonesia dengan GAM, termasuk pelucutan senjata GAM. Status: masa tugas berakhir, dibubarkan.
- Pembentukan Badan Rekonstruksi dan Rekonsiliasi (BRR), yang bertugas melakukan perbaikan sarana dan prasarana di Aceh dan Nias. Status: on-going.
- Pelaksanaan pemilu kepala daerah untuk memilih pasangan gubernur-wakil gubernur NAD. Status: berakhir dengan lancar dan sukses dengan terpilihanya pasangan Azhar Abdul Rani dan Zamzami A Rani sebagai gubernur dan wakil gubernur NAD yang baru. Berbeda dengan pilkada di daerah lain yang mewajibkan seluruh pasangan calon kada diajukan oleh parpol terdaftar, di NAD diperbolehkan calon independent mengajukan diri, tanpa harus melalui partai. Pemenang pilkada ini pun merupakan pasangan independent, hanya saja lazim disebut sebagai pasangan berasal dari GAM karena kedunya memang merupakan bekas anggota GAM.
Whoa, tunggu dulu. Kenapa daftarnya berhubungan dengan politik semua? Bagaimana nasib para pengungsi dan pembangunan kembali Aceh dan Nias?
BRR yang bertugas untuk melakukan pembangunan kembali Aceh dan Nias sepertinya tidak bekerja dengan maksimal untuk kemajuan Aceh dan Nias. Simak saja hasil survey yang ditayangkan pada program Aceh-Nias: Moving Forward yang ditayangkan stasiun Metro TV pagi ini berkaitan dengan kepuasan masyarakat Aceh dan Nias terhadap kinerja BRR. Sebagian dari masyarakat Aceh puas dengan kinerja BRR, sedangkan sebagian lain dengan presentase yang nyaris sama menyatakan tidak puas. Bahkan sebagian besar (untuk tidak mengatakan seluruh) masyarakat Nias tidak puas dengan kinerja BRR. Hm, hasil yang tidak membanggakan.
Dari program Aceh-Nias: Moving Forward itu pula, ditayangkan video bagaimana kehidupan para korban bencana yang masih tinggal di pengungsian. Disitu sepertinya mereka terpaksa menerima kehidupan di pengungsian dengan segala kekurangannya, tanpa berharap akan dipindahkan ke lokasi dan fasilitas yang lebih layak. God.
Well, tampaknya semua pihak masih harus bekerja keras agar kehidupan disana (juga di seluruh Indonesia tentunya) jadi lebih baik, agar bila lain kali kita bertanya lagi tentang kabar Aceh (dan daerah lainnya di Indonesia, juga tentunya), jawabannya bisa membuat hati menjadi tenang, tidak lagi miris seperti sekarang ini.