Words of A Mind

Computer, Science, and TechnologyJuly 4, 2008 9:18 pm

Kebetulan lagi di Bandung untuk acara nikahan teman. Kebetulan juga dah 3 bulan ga ngenet di kosan. Beginilah hasil speed test internet di kosan yang masih pake Melsa.

 

 

Wah, tampak ga mungkin. Maximal aja cuma 512 kbps, masa bisa dapet sgitu. Coba test download.

 

 

Bener kan. Speed test nya menyesatkan nih…

Computer, Science, and TechnologyJune 22, 2008 11:58 pm

Ga tau dah judulnya bener atau ga, cuma kedengeran bagus aja :P

Jadi begini, sabtu kemarin petugas dari NetZAP datang ke rumah untuk cek sinyal dan instalasi perangkat. Setelah dipastikan sinyal cukup bagus, ga perlu nunggu lama untuk mendapatkan username dan password untuk segera mengarungi internet.

FYI, NetZAP ini adalah provider untuk wireless broadband access. Kalau ga salah, izin postel mereka menggunakan frekuensi 2.5 GHz. Karena wireless makanya yang perlu dilakukan cuma cek sinyal tadi.

Kenalan sama si NetZAP sewaktu sedang luntang lantung sendirian di acara "Festival Komputer Indonesia" di JCC beberapa waktu yang lalu. Tertarik dengan penawaran unlimited yang seharga Rp. 275 ribu untuk kecepatan 512 kbps. Lumayan murahlah dibanding paket unlimited Speedy yang Rp. 750 ribu. Emang sih ada yang lebih murah, Telkomsel Flash unlimited, cuma Rp. 125 ribu untuk unlimited, Tapi setelah pemakaian 3 GB, kecepatan yang seharusnya bisa mencapai 3.6 Mbps (CMIIW), bakal dipangkas sampai 64 kbps. Nangis dah pake kecepatan segitu :P Udah gitu cuma untuk pelanggan Kartu Halo, males lagi ngurusnya. FirstMedia? Belum masuk ke sini, bung. Kalau ada sih, mending pake itu :P

Si NetZAP ini skemanya emang mirip Telkomsel Flash, ada pembatasan kecepatan setelah jumlah akses tertentu: 384 kbps setelah pemakaian 5 GB. Tentunya jauh lebih enak dari si Telkomsel Flash. Tambah lagi syaratnya yang ga ribet, cuma perlu photocopy KTP plus uang deposit modem Rp. 500 ribu, sama tentunya penerimaan sinyal yang cukup bagus.

Anyway, ini hasil pengetesan di situs speedtest.net.

 

Lumayanlah. Yah, mudah-mudahan ga cuma bagus di awal tapi seterusnya.

Next stop: bagaimana caranya nge-share koneksi internet ini tanpa menggunakan wireless switch (atau router) ? Jadi maksudnya kayak skema begini.


Ada yang tau?

Computer, Science, and TechnologyMay 1, 2008 10:47 pm

Bingung sama operator seluler di Indonesia. Mereka sudah investasi bermiliar-miliar untuk lisensi dan segala perangkat untuk implementasi 3G, tapi kenapa perang harga yang mereka lakukan cuma di layanan suara  (voice service ) aja? Percuma dong keluar duit segitu banyak tapi ternyata teknologinya sendiri ga dimanfaatin secara optimal. Malah yang diekspos besar-besaran sekedar layanan standar: suara dan sms.

Hayu atuh pak, bu, operator, itu layanan 3G-nya juga diikutin di perang harganya. Biar rame. Ga usah takut dapetnya sedikit. Lha itu untuk suara aja berani ngasih tariff yang nol di belakang komanya panjang ga keitung gitu, mestinya untuk 3G juga bisa dong.

Kalau ngutip dari pak Dirjen Postel, industri seluler ini kan industri vacuum cleaner yang nyedot cuma sedikit uang dari tiap orang, tapi karena jangkauannya luas, jadi banyak orang yang bisa disedot yang otomatis jadi besar total uang yang didapat. Mestinya prinsip ini juga yang dipegang untuk layanan 3G (layanan data), kasih harga yang murah, jadi meski yang didapat dari tiap pengguna cuma sedikit, tapi dari sedikit itu bisa banyak juga karena jangkauannya yang sudah se-Indonesia itu.

Jadi, kapan mau perang harga layanan 3G?

Masih menunggu internetku sembuh…

Computer, Science, and Technology, Amazing LifeApril 29, 2008 11:21 am

Pernah mengalami percobaan penipuan yang mengaku atas nama Bank? Saya pernah, dua kali malah. Yang pertama seperti yang pernah saya post sebelumnya. Kemudian yang kedua berselang beberapa bulan setelah kejadian yang pertama. Kalau yang pertama si pelaku mengaku dari BNI, untuk yang kedua ini mengaku atas nama Bank Niaga.

Kemudian belum lama ini (minggu lalu tepatnya) seorang teman hampir saja menjadi korban penipuan kartu kredit. Untung saja si pelaku yang mengaku hanya sebagai kurir tidak cukup cerdas sehingga teman tersebut bisa lolos dari usaha penipuan.

Yang ingin saya soroti disini adalah begitu mudahnya para pelaku kejahatan ini mendapatkan data pribadi nasabah bank. Dari mana mereka bisa mendapatkan data yang sensitif seperti itu?

Dari tiga kejadian di atas, si pelaku bisa tau pasti nomor telepon saya dan teman saya itu. Tentunya nomor telepon ini tidak mereka dapatkan dengan memencet sembarang nomor. Terbukti mereka tau nama lengkap saya dan tau saya nasabah BNI dan Niaga. Satu lagi, darimana mereka tau saya nasabah dua bank itu? Terlebih untuk Bank Niaga, karena rekening itu saya bikin sekedar untuk coba-coba dan tidak ada orang lain yang tau tentang rekening itu, ya selain saya dan pegawai bank itu tentunya.
Meskipun hanya nomor telepon dan nama, tapi dari dua data in isaja bisa timbul kerugian yang cukup besar kalau tidak hati-hati.

Mari coba list kemungkinan para pelaku mendapatkan data pribadi tersebut:
1.    Membobol server bank
Mungkin ini cara yang paling extreme untuk dilakukan. Tapi saya pesimis cara ini yang mereka lakukan, karena yang berhasil mereka dapatkan cuma nama lengkap dan nomor telepon. Tentunya kalau mereka berhasil membobol server, mereka ga perlu repot-repot menelpon mengaku sebagai pegawai bank untuk menanyakan nomor kartu kredit / ATM.
2.    Kerjasama dengan oknum pegawai bank
Bukannya mau menuduh ya. Ini kan sekedar ngelist aja kemungkinan yang ada di pikiran saya. Kemungkinan dengan cara ini bisa saja terjadi. Kalau pesimis dengan cara ini dengan alasan seperti yang sebelumnya, mungkin si oknum bank ingin melindungi diri sendiri dengan hanya melihat sedikit data saja, Karena (mungkin) segala aktivitas mereka akan terekam oleh server.
3.    Social-engineering
Ini cara yang cukup efektif untuk mendapatkan data pribadi. Ga perlu pusing-pusing ngejebol server segala. Mungkin para pelaku sering melihat saya bolak balik ke bank, kemudian melakukan pengamatan. Dari pengamatan itu mungkin saja si pelaku berhasil mendapatkan data nomor telpon dan lainnya.
4.    Apa lagi ya? Cuma itu aja yang kepikiran.

Entah cara-cara apa yang mereka gunakan, tapi tampaknya mereka tidak menemui kesulitan untuk mendapatkan data itu. Bahkan lebih ekstrem lagi, tampaknya mereka berhasil mendapatkan data yang lebih up-to-date dibanding data dari bank. Sewaktu kasus yang pertama, si pelaku menghubungi saya melalui nomor XL saya. Padahal nomor telepon yang ada di data bank adalah nomor Fren saya dan baru saya minta ganti lama setelah kejadian itu.

Kalau begini ceritanya, kira-kira bagaimana cara mereka bisa mendapatkan data-data itu ya? Ada yang tau?

Computer, Science, and TechnologyApril 27, 2008 7:43 am

Koneksi 3G GSM lewat XL-CBN kok cuma segini ya?

 

Ini dialami sejak kemarin pagi. Mau browsing lambat sekali. Bahkan sekedar melakukan speedtest ini saja perlu waktu cukup sangat lama.Padahal sinyal 3G yang didapat cukup kuat. Lagi ada masalah kah di XL atau CBN?

Coba ganti koneksi ke Mobile 8 – CBN.


 

Jauh lebih cepat. Pada kenyataannya memang setelah ganti menggunakan Mobile 8 - CBN browsing jadi lebih cepat. Jadi, apa ini berarti yang bermasalah ada di pihak XL?

FYI, sejak sebulan ini saya menjadi pelanggan CBN Mobile. Layanan utamanya sebenarnya akses melalui jaringan XL, tapi secara otomatis terdaftar juga untuk layanan melalui Mobile 8, Star One, serta akses Dial-up. Kebetulan punya produknya Mobile 8 jadi bisa ikutan.

Sering baca di berbagai blog kalau koneksi internet XL ini beberapa waktu belakangan ini memang sering bermasalah. Entah itu lambat atau bermasalah dengan mekanisme login di beberepa situs. Apa ini efek dari perang tarif yang diberlakukan XL? Menganaktirikan koneksi data demi mengakomodasi pelanggan yang belum tentu setia menggunakan XL? Apa angka Minutes of Usage (MoU) sedemikian pentingnya bagi operator? Kalau benar begitu, sial bener saya. Sudah perang tarifnya ga berlaku untuk pelanggan pascabayar seperti saya, ditambah pula dengan akses internet yang semakin sempit.

Padahal kalau mau berhitung, kalau menggunakan koneksi via Mobile 8, biaya yang dikeluarkan cukup banyak. Dengan tarif Rp. 160 / menit, satu jam berinternet ria sudah menghabiskan Rp. 9600 belum termasuk PPN. Bandingkan kalau via XL, dengan tarif Rp. 0.35/KB, uang Rp. 9600 bisa saya gunakan mengakses lebih dari 27 MB data, cukup besar mengingat tidak banyak situs bergambar (apalagi video) yang saya kunjungi.

Sekedar bisa mengeluh dan berharap internet Indonesia bisa cepat dan murah, kayak begini nih.

 

Suatu hari di bulan Maret di Kantor Telkom Lembong, Bandung 

Computer, Science, and TechnologyApril 14, 2008 12:00 pm

Yak, belum lagi tuntas masalah akses wifi yang sebelumnya, muncul lagi satu keanehan dari Lenovo R61 ini.

Seperti biasa, bangun tidur ku terus mandi menyalakan laptop. Ga ada yang aneh sampai dengan logon window. Klo lambat startup sih dah ga aneh lagi, emang penyakitnya bgitu. Keanehan baru muncul pas desktop mulai keliatan. Sekonyong-konyong gambar desktop background berubah dari yang biasanya. Sabtu kemarin ga ngerasa ganti wallpaper. Minggu malah sama sekali ga nyalain laptop.

Keanehan berlanjut, Windows sidebar yang dulu saya matikan karena ga penting, malah muncul lagi. Sama, ga ngerasa ngaktifin fitur ga penting ini. Start Firefox. Lho kok, muncul lagi pertanyaan “Mo import apa aja dari Internet Explorer?”. Mestinya kan pertanyaan ini baru muncul pas ngejalanin Firefox pertama kali setelah install. Mulai curiga si Vista ini kembali ke settingan pertama kali install. Bener aja, Yahoo Messenger, Mozilla Thunderbird, Microsoft Office,  semua berperilaku kayak baru pertama kali dijalanin. Wadoh, kok bisa begini ya? Mana bookmark di Firefox ilang semua pula.

Tunggu dulu, bung. Keanehan belum usai. tadinya sih dah mikir, ”yo wis lah, ga masalah dah restore settingan ke awal lagi. Toh, ga ngaruh ke file-file yang ada”. You guess it, yup, seluruh dokumen yang ada di folder My Documents hilang tak berbekas. Ga mau ketinggalan, semua file yang ada dibawah folder User juga hilang entah kemana. Yah, hilanglah semua catatan-catatan yang dah susah payah dibuat selama ini. males juga mesti bikin ulang. Hix…

And then there were light

Eh salah, malah kebalikannya. (Light) lampu indicator wifi tiba-tiba mati. Penyakit yang itu muncul lagi. Ini namanya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Lagi kesel gara-gara file ilang semua, pas lagi nyari solusinya di internet, malah aksesnya keputus. Ah, terpaksa restart dah…

Nah, masih lanjut dah keanehannya. Desktop background tiba-tiba balik lagi ke asal. Windows sidebar juga ga muncul, padahal tadi ga sempet mainin settingan Windows. Aneh, tapi kali ini keanehan yang menimbulkan harapan. Berharap semuanya kembali lagi seperti sedia kala. Benar saja, Firefox, Thunder bird, Office, kembali normal berikut semua bookmarknya. Dan yang paling senang tentunya setelah tau semua file yang tadi sempat hilang ternyata ada lagi.

Yes, all is well. Semua kembali ke sedia kala seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi tentu saja semuanya masih meninggalkan misteri, kenapa bisa kejadian kayak begitu. Entahlah, belum berniat nyari tau lagi di internet. Satu hal yang pasti, Vista memang masih bagian dari Windows. Buktinya, seperti versi Windows yang lain, klo ada masalah, restart aja, dijamin semuanya beres… :D

Computer, Science, and TechnologyApril 9, 2008 5:20 pm

Ok. I am now officially bored with internet.

Dah bingung mo buka apalagi di internet. Bukan karena blokir dari pemerintah. Dari sebelum diblokir juga jarang banget buka youtube dkk. Tapi kebosanan ini karena dah bingung mo liat apalagi di internet. Belum menemukan ketertarikan lain.

Ada sih ketertarikan khusus, komik. Tapi itu cuma ada seminggu sekali pas akhir minggu. Setelah itu? Nothing. Paling baca milis atau berita atau blog. Kalau sudah dibaca (kayak sekarang ini) bingung mau ngapain. Kan ga lucu tiap 5 menit refresh detikcom sekedar untuk melihat berita baru, saking bingungnya mo ngapain.

Ada yang mau kasih link yang menarik untuk dilihat? Jangan yang berat-berat. Malas dan pusing :P

Atau belajar coding lagi aja ya? Hmm…

Computer, Science, and Technology 4:25 pm

Jadi begini.

Laptop Lenovo R61 yang saya pake ini entah kenapa akses wi-fi nya terkadang putus tanpa sebab. Kayak tiba-tiba device-nya mati begitu saja tanpa didahului peringatan atau gejala-gejala apapun.

Dah coba cari solusi via Google dan katanya salah satu caranya dengan uninstall “Thinkvantage Access Connection”. Done that. Tapi tetep aja masih suka mati tiba-tiba.

Parahnya lagi, untuk bisa aktifin lagi device wi-fi ini cuma (sejauh ini) bisa dengan restart Windows, cara yang buang-buang waktu.

Ada yang ngalamin hal yang sama?

Atau ada yang dah punya solusinya?

Really need some help here!

Computer, Science, and TechnologyApril 4, 2008 3:20 pm

1.       Download aplikasi My Phone Explorer di sini

2.       Hubungkan ponsel dengan computer via kabel atau Bluetooth

3.       Pada aplikasi My Phone Explorer, pilih bagian Profile pada sidebar kiri.

4.       Pilih “UMTS Only”

 

5.       Apply dan Synchronize

Cek di ponsel menu Setting >> Connectivity >> Mobile Networks >> GSM/3G Network, tidak ada dari dua pilihan yang di pilih. Silakan coba di daerah yang coverage 3G lemah.

Selama ini klo sinyal 3G lemah, otomatis akan pindah ke GPRS. Anehnya setelah pindah, koneksi internet jadi idle, otomatis jadi ga jalan tu internet. Dengan ini mudah-mudahan koneksi internet lebih stabil, meski sinyalnya lemah.

 All credits goes to: doeljoni

Computer, Science, and TechnologyMarch 27, 2008 10:54 am

Baru tau ada tool bawaan Windows kayak gini.

 

Biasanya untuk ngeliat performa Windows lewat menu Task Manager. Tapi tampaknya tool ini lebih lengkap.

Bisa diakses dengan mengetik perintah perfmon lewat Run Command (tombol Windows+R).