Amazing Life, AggregateMay 12, 2008 5:04 pm
ITB Tidak Profesional (Or So They Say)
Bagaimana pendapat orang luar tentang ITB? Barusan ketemu dengan manajer (direktur?) Indonesian France Chamber of Commerce and Industry (IFCCI), mereka bilang ITB payah, pelit, dan susah diajak kerja sama. Ini dia bilang sewaktu technical meeting untuk acara Job Opportunity Day di UI rabu besok, membandingkan antara bikin acara di UI (Rabu ini) dengan di ITB (bulan November 2007).
Tentunya dia bilang ini bukan tanpa sebab. Tampaknya dia betul-betul kecewa dengan penyelenggaraan acara di ITB November tahun lalu. Di awali dengan proses perijinan yang rumit, ditambah dengan kinerja pihak ITB yang tidak sesuai harapan membuat dia bilang "We’re not so crazy on doing it again in ITB this year" (kira-kira seperti itu), kemudian mulai membandingkan dengan bagaimana mulusnya kerjasama yang mereka lakukan dengan pihak UI.
Tentu saja saya yang hadir di situ jadi malu. Ya malu karena pernah jadi bagian dari ITB. Malu karena almamater yang mestinya dibanggakan ternyata dicap jelek oleh orang lain, ditambah lagi orang lain tersebut memiliki kedekatan dengan pihak pemerintah negara asing (dalam hal ini Perancis).
Kalau sudah begini, citra ITB bisa (atau malah sudah?) jelek di mata orang-orang asing itu. Pupus sudah harapan ITB untuk menjadi World Class University. Bagaimana mau jadi world class, kerjasama kecil begini saja sudah dianggap tidak profesional.
Sok atuh ITB, dibenerin itu kinerjanya, biar dibilang profesional. Malu atuh, Pak!

