Bingung sama operator seluler di Indonesia. Mereka sudah investasi bermiliar-miliar untuk lisensi dan segala perangkat untuk implementasi 3G, tapi kenapa perang harga yang mereka lakukan cuma di layanan suara (voice service ) aja? Percuma dong keluar duit segitu banyak tapi ternyata teknologinya sendiri ga dimanfaatin secara optimal. Malah yang diekspos besar-besaran sekedar layanan standar: suara dan sms.
Hayu atuh pak, bu, operator, itu layanan 3G-nya juga diikutin di perang harganya. Biar rame. Ga usah takut dapetnya sedikit. Lha itu untuk suara aja berani ngasih tariff yang nol di belakang komanya panjang ga keitung gitu, mestinya untuk 3G juga bisa dong.
Kalau ngutip dari pak Dirjen Postel, industri seluler ini kan industri vacuum cleaner yang nyedot cuma sedikit uang dari tiap orang, tapi karena jangkauannya luas, jadi banyak orang yang bisa disedot yang otomatis jadi besar total uang yang didapat. Mestinya prinsip ini juga yang dipegang untuk layanan 3G (layanan data), kasih harga yang murah, jadi meski yang didapat dari tiap pengguna cuma sedikit, tapi dari sedikit itu bisa banyak juga karena jangkauannya yang sudah se-Indonesia itu.
Jadi, kapan mau perang harga layanan 3G?
Masih menunggu internetku sembuh…

