Sewaktu menghabiskan minggu pagi dengan menonton serial Heroes, thank you God for creating internet, tiba-tiba saya dikejutkan dengan dering ponsel. Penasaran juga, siapa pagi-pagi gini nelpon. Diliat dari nomornya diketahui dari Bandung. Yeah, berharap telepon dari perusahaan yang mau meng-interview :p
Tapi kalo dipikir-pikir ga mungkin juga ya perusahaan nelpon pas hari minggu. Nah, pikiran ini yang ternyata yang menjadi salah satu hal yang bikin waspada. Ok. Telepon diterima. Suara seorang wanita. Ngakunya sih bekerja di BNI. Setelah berkenalan dan meminta nomor ponsel… halah, ga mungkin lah :p. Sang wanita langsung saja berkata bahwa dia menelpon untuk keperluan SMS Banking. Sewaktu di Bandung (waktu nulis ini lagi di Jakarta – red) memang pernah mengaktifkan SMS Banking dengan dibantu seorang petugas berseragam BNI, jadi mungkin ada sesuatu yang perlu dijelaskan tentang itu.
Tetapi ketika saya mencoba tanya lebih jauh masalah spesifik apa dengan SMS Banking, sang wanita hanya tetap menjawab bahwa itu untuk keperluan SMS Banking kemudian memancing saya untuk menyebutkan nomor Kartu ATM BNI saya sambil dia menyebutkan empat digit pertama dari nomor kartu.
Wah, ga bisa gitu dong. Itu kan data pribadi, masa’ dikasih begitu saja. Gitu yang saya pikirkan. Akhirnya setelah ditanya beberapa kali lagi, dia jawab untuk verifikasi, entah verifikasi bagaimana caranya.
Dah terlanjur curiga. Yo wis lah, ga mau ambil resiko. Lebih baik nelpon langsung ke phone center BNI (eh, namanya beneran ini bukan ya? Ya pokoke support 24 jamnya BNI dah). Langsung saja saya putus hubungan percintaan telepon dengan sang wanita dengan alasan kalau nanti saya akan hubungi phone center BNI.
Setelah dikonfrontasikan, kayak interogasi penjahat aja, dengan pihak BNI, mereka bilang segala hal yang berkaitan dengan rekening dan layanan dihubungi melalui surat, ga lewat telpon. Kemudian menjelaskan kemungkinan kartu bisa digandakan kalau nomor kartu, nomor validasi, serta tahun berlaku diketahui orang lain. Yeah, jadi kemungkinan besar sang wanita adalah penipu. Cih, hampir saja diriku jatuh di pelukannya
Begitulah, para pembaca sekalian. Lain kali, kalau ada telpon yang mengaku dari perusahaan atau organisasi, lebih baik anda-anda hubungi saja nomor telpon resmi dari perusahaan itu agar mendapat penjelasan lebih rinci. Dan pastinya bisa terhindar dari usaha penipuan.
Oya, ini nomor telpon yang tadi menelpon dan dicurigai hendak melakukan upaya penipuan: 022-91986007. Sedangkan phone center BNI (masih ga tau nama resminya) bisa dihubungi lewat ponsel di: 68888 atau 021-5789 9999. Kalo ga salah yang lewat HP ga bayar deh. Edited: setelah cek tagihan telepon, ternyata ga gratis. Ah, sial…
Demikian, semoga bisa lebih waspada.

