Words of A Mind

Amazing LifeDecember 26, 2007 5:32 pm

Ya betul, sinetron-sinetron di TV hampir seluruhnya ga layak tonton. Betul sebagian besar acara TV hasil beli lisensi dari luar negeri atau lebih parah lagi jiplak total.  Betul acara antar stasiun TV hampir sama semua jenisnya.

Tapi saat-saat akhir tahun ini adalah saatnya stasiun TV berlomba-lomba menayangkan film-film kelas Box Office. Saat-saat seperti ini lah paling enak nonton TV. Tapi kok si TV malah rusak. Ah, ga bisa diajak kompromi nih. Terpaksa tetap berkutat di depan komputer dah…

 TV Kost

 

Amazing LifeDecember 19, 2007 5:50 pm

Oleh-oleh dari jalan kaki barusan. Pas sampe perempatan Kimia Farma Dago, ngeliat ada toko namanya Tiramisu n’ Coffee. Berhubung lagi bingung mo makan siang apa, jadi langsung masuk aja ke toko itu. Sebernya tiap hari juga lewatin toko itu sih, tapi karena ngelewatinnya pake angkot jadi males aja berhenti.

Karena bingung mo pesen apa, jadi langsung tanya ke pegawainya makanan spesialnya apa. Ternyata tiramisu. Ya iyalah, dari judulnya aja tiramisu, masa’ spesialis combro :P Selain itu pengen ngerasain Pizza-nya juga, jadi pesennya tiramisu sama Pizza Smoked Beef. Harganya lumayan, untuk tiramisu ukuran gelas (cup) 17.500 sedangkan untuk pizza 21.000.

 

 Ah, sial. Ternyata foto tiramisunya terlalu blur, jadi ga enak buat ditampilin. Ga bisa difoto lagi karena dah abis :P

Soal rasa, cukup enak. Bingung gimana deskripsiinnya, tapi ya gitu rasanya, enak.

Kebetulan tadi ketemu dengan sang pemilik toko yang lagi mengawasi pekerjaan di halaman parkir toko. Sebenernya sih tadi ga tau itu siapa. Tapi kalau ngeliat dari halaman utama situsnya, kayaknya dia emang si Chef Kamal :P

Sempet ngobrol sebentar dengan beliau. Dia bilang kalau tokonya di Dago itu baru buka sebelum bulan puasa kemarin. Setelah sebelumnya cukup sukses di daerah Bandung Selatan, dia buka cabang di Dago ini. Tampaknya beliau cukup percaya diri dengan keahliannya mengolah tiramisu, terbukti dari keberanian dia keluar dari tempat kerja sebelumnya di Hotel Hyatt, Bandung, untuk berwiraswasta.

Satu hal yang jadi perhatian. Setelah pesanan selesai dibungkus dan saya mau melanjutkan jalan pulang, sang pemilik, yang masih sibuk mengawasi pekerjaan sambil bercakap di telepon, menyempatkan diri mengucapkan terima kasih diiringi senyuman. Terlihat sekali senyuman senang dan bangga yang terpancar. Senyuman seorang pengusaha yang bangga hasil karyanya dihargain orang lain. Senang juga bisa bikin orang lain senang :)

Kalau melihat reaksi si bapak, jadi kepingin bikin usaha. Kayaknya rasanya puas banget kalau orang lain menghargai usaha kita. Jadi pegawai juga bisa sih, tapi kayaknya lebih puas kalau jadi pengusaha. Kapan ya? :)

Amazing Life 5:38 pm

Hari ini, satu hari sebelum libur panjang Idul Adha – Natal, Jam setengah dua siang udah ga ada aktivitas. Yah, satu hari sebelum liburan emang bikin males. Pikirannya dah liburan aja.

Tapi baru dapet travel jam 8 malem. Bingung menghabiskan waktu 6 jam menunggu travel, yo wis lah, pulang ke kosannya jalan kaki aja buat ulur waktu. Lumayan, itung-itung olahraga dikit. Kebetulan cuaca Bandung tadi sangat sejuk, karena baru aja hujan lebat. Ditambah matahari yang masih ngumpet di balik awan, jadi lah jalan siangnya sangat nyaman, meski ada kekhawatiran hujan bakal turun lagi.

Awan Gelap Bandung Awan Gelap Lagi

Berawal dari Supratman 66 sampai kosan di Jalan Pelesiran. Lewat Google Earth baru tau jarak tempuhnya sekitar 3 km. lumayan juga ternyata. Kalau biasanya naik angkot makan waktu sekitar 15 menit, tadi jalan kaki menghabiskan waktu sekitar 45 menit. Hm.. jadi rata-rata 4 km/jam.
 

Ternyata jalanan di Bandung cukup bersahabat untuk pedestrian, at least di rute yang tadi saya lalui. Sepanjang jalan tadi trotoarnya cukup lebar, meski sedikit licin karena tanah yang basah akibat hujan.

Well now, it’s time to pack things up. Jakarta, here I come! :)
 
Makasih buat Fathah, berkat postingannya jadi tau kalau Google Earth bisa bikin kayak ginian. Keren lah. 

 

Computer, Science, and Technology 6:37 am

 

Sudah seminggu terakhir ini saya berhadapan dengan Windows Vista di laptop Lenovo ThinkPad R61-A11. Satu kesimpulan: Vista sucks!!

Yes, sucks. It sucks Physical Memory Usage. Bahkan dalam kondisi idle, Vista memakan resource sekitar 800an MB.

 

Kalau kata mbah Google sih karena si Vista selalu jalanin indexing untuk memudahkan pencarian file, dan cara untuk mengurangi penggunaan memory itu dengan cara stop indexing itu. Hanya saja sampai saat ini belum ketemu lokasi si indexing itu jadi belum bisa dibunuh. Up date: ternyata namanya Windows Search. Sudah ketemu dan sudah dibunuh dengan sukses!

Hal lain yang mengganggu adalah window konfirmasi yang muncul setiap kali mau melakukan modifikasi atau menjalankan program yang berhubungan dengan administrator. Ini lucu. Padahal sudah login dengan user administrator, tapi masih ga dianggap sebagai administrator. Lagi-lagi tanya ke mbah Google (kerenlah mbah Google ini, tau segala macem. Dukun zaman modern nih). Ternyata di Vista administrator bukanlah administrator. Nah loh, apaan nih? Jadi maksudnya semua file yang ada di Vista bukan haknya administrator untuk modifikasi, tapi punya yang disebut sebagai TrustedInstaller service, jadi kalau mau melakukan modifikasi atau eksekusi beberapa services akan muncul window yang tadi, yang disebut User Account Control (UAC).

Tentu saja mbah Google punya solusi untuk ini. Cek di link ini atau ini.

Tapi terus terang yang paling menyebalkan dari si Vista ini adalah waktu menyalakan atau mematikan Vista. Dengan spec si laptop yang punya Centrino Duo T7100 dengan memory 1GB, mestinya waktu startup normal, ya maximal 2 menit lah. Lha ini, udah 5 menit tapi lampu indikator proses masih terus-terusan nyala. Udah coba disable hampir seluruh startup program dan beberapa services, tapi ga ada perubahan.

Sayang sekali, untuk yang ini si mbah ga punya solusinya. Di beberapa situs hanya disebutkan kalau waktu startup memang lambat, tanpa solusi. Ada sih satu solusi: install ulang Vista, karena dicurigai software bawaan dari Lenovo yang terlalu banyak jadi bikin berat. Hanya saja solusi ini ga bisa dijalanin karena ini laptop pinjeman, lebih tepatnya dipaksa dipinjemin. Jadi ga bisa diutak atik seenaknya.

Ah, masih lebih enak XP kalau begini caranya. Udah minta CD XP original, tapi tampaknya tidak ditanggapi oleh pihak yang berwenang :(

Yo wis lah, kalau begini caranya terpaksa bersabar dengan segala kekurangan Vista on Lenovo ini. Huff.. kirain laptop lebih baru dan lebih bagus specnya punya performa lebih baik dari laptop yang specnya kurang. Ah, masih lebih enakan pake laptop lama saya :(

Amazing LifeDecember 9, 2007 10:23 pm

Sewaktu menghabiskan minggu pagi dengan menonton serial Heroes, thank you God for creating internet, tiba-tiba saya dikejutkan dengan dering ponsel. Penasaran juga, siapa pagi-pagi gini nelpon. Diliat dari nomornya diketahui dari Bandung. Yeah, berharap telepon dari perusahaan yang mau meng-interview :p

Tapi kalo dipikir-pikir ga mungkin juga ya perusahaan nelpon pas hari minggu. Nah, pikiran ini yang ternyata yang menjadi salah satu hal yang bikin waspada. Ok. Telepon diterima. Suara seorang wanita. Ngakunya sih bekerja di BNI. Setelah berkenalan dan meminta nomor ponsel… halah, ga mungkin lah :p. Sang wanita langsung saja berkata bahwa dia menelpon untuk keperluan SMS Banking. Sewaktu di Bandung (waktu nulis ini lagi di Jakarta – red)  memang pernah mengaktifkan SMS Banking dengan dibantu seorang petugas berseragam BNI, jadi mungkin ada sesuatu yang perlu dijelaskan tentang itu.

Tetapi ketika saya mencoba tanya lebih jauh masalah spesifik apa dengan SMS Banking, sang wanita hanya tetap menjawab bahwa itu untuk keperluan SMS Banking kemudian memancing saya untuk menyebutkan nomor Kartu ATM BNI saya sambil dia menyebutkan empat digit pertama dari nomor kartu.

Wah, ga bisa gitu dong. Itu kan data pribadi, masa’ dikasih begitu saja. Gitu yang saya pikirkan. Akhirnya setelah ditanya beberapa kali lagi, dia jawab untuk verifikasi, entah verifikasi bagaimana caranya.

Dah terlanjur curiga. Yo wis lah, ga mau ambil resiko. Lebih baik nelpon langsung ke phone center BNI (eh, namanya beneran ini bukan ya? Ya pokoke support 24 jamnya BNI dah). Langsung saja saya putus hubungan percintaan telepon dengan sang wanita dengan alasan kalau nanti saya akan hubungi phone center BNI.

Setelah dikonfrontasikan, kayak interogasi penjahat aja, dengan pihak BNI, mereka bilang segala hal yang berkaitan dengan rekening dan layanan dihubungi melalui surat, ga lewat telpon. Kemudian menjelaskan kemungkinan kartu bisa digandakan kalau nomor kartu, nomor validasi, serta tahun berlaku diketahui orang lain. Yeah, jadi kemungkinan besar sang wanita adalah penipu. Cih, hampir saja diriku jatuh di pelukannya :P

Begitulah, para pembaca sekalian. Lain kali, kalau ada telpon yang mengaku dari perusahaan atau organisasi, lebih baik anda-anda hubungi saja nomor telpon resmi dari perusahaan itu agar mendapat penjelasan lebih rinci. Dan pastinya bisa terhindar dari usaha penipuan.

Oya, ini nomor telpon yang tadi menelpon dan dicurigai hendak melakukan upaya penipuan: 022-91986007. Sedangkan phone center BNI (masih ga tau nama resminya) bisa dihubungi lewat ponsel di: 68888 atau 021-5789 9999. Kalo ga salah yang lewat HP ga bayar deh. Edited: setelah cek tagihan telepon, ternyata ga gratis. Ah, sial…

Demikian, semoga bisa lebih waspada. 

Amazing LifeDecember 2, 2007 2:28 pm

Chating dua orang yang ga ada kerjaan di hari minggu siang.