Computer, Science, and TechnologyMay 26, 2007 4:31 pm

Spending time from 10.00-16.00 to troubleshoot just to find out there’s a pair of missing brackets??!!
Hell yeah, now that’s what I called programming.

Programming 101 lesson 1:
DO NOT forget to use a pair of brackets each time you initiate an equation IN equation!

D’oh!!

Amazing LifeMay 23, 2007 9:16 pm

18.30. seperti biasa, jam segitu waktunya cari makan. Seperti biasa juga, tujuanya adalah daerah Pasar Balubur yang kalau malam selalu ramai dengan pedagang yang menjual makanan, tentunya banyak mahasiswa ITB yang juga mencari makan disana.

Tapi begitu tiba di deretan penjual makanan, terlintas di pikiran untuk melangkah lebih jauh ke arah selatan, melewati lampu merah Balubur, gedung Annex ITB, lanjut sampai ke ujung jalan Sulanjana. Mungkin karena tiap hari makan di Balubur, jadi bosan, akhirnya ga jadi berhenti di Balubur.

Jalan-jalan ga jelas kayak gini entah sudah yang ke berapa kalinya. Tapi biasanya kalau udah ga jelas gini, biasanya karena lagi bosan. Ya bosan sama makanan, ya bosan sama rutinitas, jadinya refreshing lewat jalan-jalan, literally speaking. Berjalan di temani deru mesin mobil dan motor yang melintas sepanjang jalan. Berjalan dengan santai sambil liat-liat kendaraan yang lalu lalang. Berjalan sambil sesekali melihat ke arah langit. Baru sadar, malam ini bisa liat bintang-bintang. Dah lama juga ga ngliat bintang di bandung. Biasanya cuaca kalau malam selalu mendung, jadi awannya menutupi pandangan langit.

Yah, jalan-jalan ga jelas kayak gini lumayan bikin refreshing. Sekalian bikin badan gerak setelah seharian duduk di depan komputer mestinya ngerjain TA yang entah kapan selesainya.

Kalau di Jakarta, refreshingnya lebih enak, sambil nyetir mobil pelan-pelan, yah, palingan 30an Km/jam, ditemani radio mobil (biasanya nyetel Prambors), liat-liat kiri-kanan jalan. Paling seneng kalau lewat jalan Sudirman-Thamrin. Gedung-gedung yang banyak dan berjejer rapi di tambah jalanannya yang lebar, jadi berasa kayak bukan di Indonesia. Kadang-kadang sengaja ngelewatin jalan itu meski tujuannya ga mesti lewatin jalan itu. Kampungan? Bodo ah, yang penting bisa refresh {$lang_emotions_spiteful}

Kalau ke luar kota, beda lagi cara refreshingnya. Kalau lagi bawa mobil ke Bandung atau ke Cirebon seperti beberapa waktu yang lalu, mobil justru dibawa kencang, sekitar 150an Km/Jam. Tapi yang kayak gini mesti nyari saingan dulu, maksudnya, cari mobil lain yang juga lagi berlari kencang setelah itu keluarin semua kemampuan buat balap itu mobil. Jalan zig-zag, ambil jalur mobil arah lain, mainin klakson atau lampu dim, apa pun lah, yang penting bisa ngelewatin mobil-mobil yang mengganggu jalannya balapan (halah). Kalau dah kayak gini, rasa kantuk langsung ilang, diganti dengan semangat untuk memacu mobil lebih kencang. Tapi sayangnya kecepatan 150 Km/jam itu ga bisa dilewatin karena ortu pasti langsung marah-marah, jadinya selalu saja kalah dari balapan. Tapi bukan berarti langsung berhenti, begitu ada mobil kencang lain, ya langsung coba balap lagi, meski pada akhirnya kalah lagi yang penting jadi semangat dan ga ngantuk.

Suatu waktu, di tol Cipularang, lagi bersaing sama Timor. Entah sejak kilometer berapa coba melepaskan diri dari si mobil Timor, tapi ga pernah berhasil. Itu mobil selalu saja berhasil menguntit persis di belakang, padahal dah mengeluarkan semua kemampuan. Awalnya Ayah saya yang berada persis di sebelah saya, mengingatkan agar tidak terlalu cepat, tapi begitu saya beritahu kalau saya lagi mencoba lepas dari kawalan si Timor, tampaknya lama kelamaan beliau panas juga , masa’ Vios 2003 bisa kalah sama Timor taun 90an, gitu kali ya mikirnya Spiteful , sampai akhirnya ikut bantu ngasih tips&trick biar bisa lepas dari si Timor, huehehehe… Tapi lagi-lagi batas kecepatan 150 Km/jam itu ga bisa dilaluin karena ada Ibu saya yang marah-marah Laughing jadi terpaksa merelakan posisi terdepan diambil si Timor begitu mendekati tol Cikampek. Ga pa pa lah, yang penting bisa manas-manasin Ayah saya {$lang_emotions_spiteful}

Computer, Science, and TechnologyMay 5, 2007 10:34 am
Dah nyoba Yahoo! Messenger via web? Bukan Meebo atau ebuddy, tapi web messenger resmi dari si Yahoo!. Belum lama ini Yahoo! ngeluarin web messenger resmi, namanya Yahoo! Messenger for the Web, begitu yang tertulis di Title Bar.
 
Masuk ke situs http://webmessenger.yahoo.com, login kayak biasa. Beres deh. Proses login ga lama kayak Meebo, langsung masuk ke halaman utama. Kayak gini tampilannya.
 

 
 
Kalau dari fasilitas yang ditawarin, ga jauh beda sama Yahoo! Messenger versi yang biasa. Bedanya, kalau di versi messenger yang biasa, chat window terpisah untuk masing-masing contact. Sedangkan di versi web ini, cuma ada satu chat window berisi tab-tab untuk masing-masing contact yang sedang diajak chat. Entah berapa banyak tab maximal yang dapat dibuka. Yang pasti ketika saya coba buka tab sebanyak contact yang sedang aktif saat itu, 28 contact, masih bisa dibuka dengan lancar
 
Emoticon yang ada list memang tidak sebanyak di versi biasa, hanya ada 25 emoticon, tapi bukan berarti yang bisa digunakan hanya sebanyak itu. Emoticon standar juga masih bisa digunakan, hanya saja untuk menggunakannya harus mengetik langsung di chat window, bukan melihat dari list emoticon. Bahkan hidden emoticon pun dapat digunakan disini.
 
Yang tidak ada dari fasilitas chat di sini adalah IMvironment dan audibles. Mungkin karena terlalu berat kali ya. Juga ga bisa nge-buzz (CTRL+G). Selain itu juga tidak ada notifikasi apabila ada contact yang online atau offline, jadi kalau ada contact yang sedang ditunggu, harus selalu memantau contact list.
 
Anyway, salah satu fitur yang diunggulkan disini adalah history atau catatan percakapan yang kita lakukan. Dalam versi yang biasa, catatan percakapan ini hanya bisa dilihat di komputer tempat kita melakukan percakapan, tetapi di versi web ini, catatan percakapan bisa dilihat dari komputer manapun selama kita men-set agar semua percakapan kita rekam. Fitur ini bisa diaktifkan melalui menu history yang ada di sebelah kanan atas. Hanya saja ketika saya coba fitur ini ada pesan error “There was a problem loading your Message History”. Entah apa masalahnya, tapi tampaknya tidak dialami saya seorang. Jaya yang juga sedang mencoba ini pun mengalami hal yang sama. Yah, karena masih versi Beta kali ya, masih banyak error-nya  {$lang_emotions_spiteful}
 
Munculnya web messenger ini mungkin terinspirasi dari Google kali ya. Google sudah cukup lama meluncurkan Google Talk versi web. Bedanya, Google Talk ini diintegrasikan ke dalam Gmail (engine email milik Google), jadi lah sambil baca-baca email bisa sekalian ngobrol tanpa perlu ganti window. Hanya saja tampilan dan fiturnya tidak (atau belum?) secanggih Yahoo! Messenger ini.
 
Mungkin kedepannya Yahoo! bakal mengintegrasikan messenger miliknya ke dalam Yahoo! Mail ? Yah, kita tunggu saja lah {$lang_emotions_happy}