Wajar sih muncul kekuatiran itu, karena nominal uang yang akan saya tawarkan menurut ukuran saya tidak sedikit. Meskipun saya sudah membaca proposal dan marketing plan, di dukung dengan latar belakang calon pengelola yang katanya sudah memiliki pengalaman dalam usaha yang akan dijalankan itu, tetapi kekuatiran itu tetap muncul.
Faktor resiko memang sangat sulit diprediksi. Saya pernah dengar istilah risk management, di beberapa kuliah pun pernah diberikan teori tentang risk management ini. Tapi ga tau deh implementasinya bagaimana.
Atau mungkin saya bukan orang yang berani mengambil resiko ya? Pernah suatu ketika saya dan beberapa teman diajak makan siang oleh salah seorang pihak sponsor acara yang akan diadakan oleh HME-ITB. Pada kesempatan itu, entah bagaimana, orang tersebut mengatakan bahwa saya bukan orang yang berani mengambil resiko. Tentu saja saya kaget, ini orang tau darimana saya orang seperti itu. Saya saja ga yakin kalau saya seperti itu. Tapi saat ini saya baru sadar, mungkin orang itu ada benarnya kali ya.
Ah, ga tau deh. Yang pasti kalau dah bingung masalah keuangan kayak gini, biasanya mengontak Budi atau Muti yang punya lebih banyak cerita dan pengalaman dalam hal-hal kayak gini. But still, I’m the one who holding the ball. Still confused ![]()
Karena itu ketika tau ada Reksa Dana ITB-Niaga yang notabene resikonya lebih kecil dibanding yang teman saya tawarkan tadi, saya langsung tertarik untuk ikutan. Meski sampai saat ini juga masih memikirkan jumlah dana yang optimal untuk diinvestasikan. Again, confused.
Ah, siapa yang bilang punya uang enak? Ini punya uang malah pusing. D’oh

