Duh, malam ini ada apa dengan jaringan XL ya? Dari tadi koq ga bisa nelpon atau sms? Bahkan cek tagihan telepon ga bisa juga. Padahal malam ini niatnya mau ngetest kehandalan (atau ketidakhandalan) jaringan 3G dari XL.
Sekedar untuk membandingkan dengan kecepatan dari Fren dan Melsa. Kebetulan saat ini saya punya ketiganya, makanya mau coba membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sekaligus atas permintaan Adhy di postingan saya sebelumnya. Tapi karena XL lagi bermasalah, ga jadi deh. Mudah-mudahan besok dah normal lagi.
Sedikit cerita alasan dibalik memilih ketiga provider, diurut berdasarkan waktu kepemilikan.
Fren (Mobile-8) Pra bayar.
Ini personal internet pertama yang saya punya. Saya beli waktu awal tahun 2006. Alasan milih Fren karena dulu (tahun kemarin), hanya Fren yang menawarkan fitur mobile internet secara khusus. Tarifnya Rp. 5/KB (volume based). Tarif internet paling murah pada waktu itu. Ada juga paket kerjasama Fren dengan ISP lain sehingga tarifnya dihitung per menit atau istilahnya time based, Rp. 220/menit. Saya lebih memilih paket yang ini (time based) karena lebih murah untuk browsing. Pertama kali mencoba yang volume based, baru 20 menit kredit saya sudah berkurang 20 ribu. Akhirnya pindah pake yang time based deh. Lumayanlah, beli voucher pra bayar CBN Mobile (ISP kerjasama dengan Fren) Rp. 100 ribu, bisa untuk ngenet selama sekitar 7 jam. Termasuk mahal sih. Tapi penggunaannya juga ga sering. Sekedar jaga-jaga di kost kalau perlu mencari bahan kuliah di internet. Maklum, dah ga sebegitu rajinnya malam-malam ke kampus sekedar untuk ngenet
Volume based saya gunakan hanya untuk ngobrol via Yahoo! Messenger dengan terlebih dahulu mematikan semua servis yang terhubung ke internet, biar pulsa ga kecolongan
Hasil pengetesan kecepatan Fren bisa diliat di postingan saya sebelumnya di sini.
Melsa
Ternyata kebutuhan akan internet ga cuma dirasakan oleh saya sendiri. Teman-teman di kost pun memiliki kebutuhan yang sama. Setelah lama berunding, akhirnya dimulai perburuan untuk mencari informasi tentang ISP yang ada di Bandung. Awalnya sih ragu bakal terwujud, karena kebiasaan anak-anak kost ini kalo ada sesuatu ya hanya sekedar wacana saja, ga ada realisasi. Ya mirip-mirip pembicaraan di milis-penuh-sampah-tak-berguna-tapi-tetap-dirindukan
Tapi ternyata mereka cukup serius. Salut lah
Tanya sana sini, Search Google. Akhirnya muncul 2 nama ISP: Centrin dan Melsa. Lagi-lagi tanya sana sini, search google. Akhirnya terpilih Melsa sebagai penyedia layanan internet untuk kost. Alasannya sederhana, Cuma Melsa yang bisa menjangkau kost. ISP lain ga ada yang bisa
Awalnya sih mau beli paketan sama TV Kabel (Fasindo ya kalo ga salah?). Cuma nambah biaya Rp. 5 ribu per bulan. Sayangnya, jangkauan si Fasindo ga sampai kost ini, jadinya cuma pasang internet aja. Kalau ini patut bersyukur kali ya TV Kabelnya ga jadi. Kalo beneran ada internet + TV Kabel, makin males aja keluar kamar. Keluar kamar aja males apalagi buat kuliah
Awalnya khawatir bakal ada biaya lebih karena paket yang kami beli adalah paket personal. Personal ya one person at a time. Bukan keroyokan
Untungnya Melsa cukup berbaik hati, ga minta uang tambahan untuk resource internet yang dibagi-bagi di kost.
Sampai saat ini cukup puas meski itu bandwith yang up to 512 KBps-nya dibagi-bagi ke 17 orang. Hasil pengetesan kecepatan Melsa bisa diliat di postingan saya sebelumnya di sini.
Xplor
Ini provider teranyar yang saya miliki. Niat beli jauh sebelum muncul ide internet di kost. Tapi apa daya, duit tak mampu. Yah, intinya rejeki itu datang beberapa hari setelah internet terpasang di kost. Tapi tekad untuk punya Xplor begitu kuat, akhirnya tetap saja saya beli meski sudah ada internet di kost. Lagipula Xplor-nya ga digunakan untuk internet saja, tapi juga untuk keperluan telepon & sms. Maklum, selama setahun terakhir, ponsel GSM saya rusak jadi otomatis hanya menggunakan Fren yang tarifnya paling mahal di antara seluruh operator GSM & CDMA lainnya (prabayar).
Sayang sekali belum bisa mengetest kecepatan dari XL ini karena Network Problem (begitu yang tertulis di layar ponsel).
Sebenarnya ada satu provider lagi yang saya gunakan. Jauh sebelum saya memiliki Fren. Provider paling handal yang pernah saya gunakan sampai saat ini. Tapi butuh effort yang sangat besar untuk bisa menikmatinya: AI3 ITB. Effort yang dimaksud, tentu saja, usaha yang sangat keras agar bisa lolos SPMB ke ITB
Kalau ini sih, ga usah diragukan lagi kecepatannya. Duh, lupa ngetesnya
Tapi benar-benar mantap lah. Murah pula, cuma bayar Rp. 10 ribu perbulan sudah bisa mengakses internet 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sepanjang tahun. Bahkan banyak yang sampai rela menginap di kampus demi akses internet ini, termasuk saya, 2 tahun yang lalu
Hanya seringkali keasyikan ngenet terganggu dengan kehadiran squidward, eh, squidguard yang membatasi koneksi simultan sampai 7 buah. Yah, ga apa lah. Lagipula, kalau sudah tau triknya, squid guard ini ga akan muncul
Sudah dulu ah. Mudah-mudahan besok malam XL ga network problem lagi. Dah penasaran mau ngetest


Wong jaringan optiknya XL putus kok.
Baca ini Li : http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/13/time/133928/idnews/753552/idkanal/328
Comment by Wiwit Setiadi — March 14, 2007 @ 9:11 am
Pantesan ga bisa.
thanx for the info.
Comment by Uli — March 14, 2007 @ 2:07 pm
gaya pisan lu li!!!gue cuman ada telkomnyet doank
( eh ama AI3 di kampus denk..eh ama speedy kampring di kantor..:(
Comment by nico — March 14, 2007 @ 2:48 pm
gaya sih gaya, tapi duit yg jadi korban
untuk Melsa+AI3 aja dah kluar 60rb. belum lg buat xplor, ambil yg paketan 99rb perbulan
gpp lah, yg penting gaya
Comment by Uli — March 14, 2007 @ 3:43 pm