Selepas makan siang di belakang kampus gajah duduk tercinta ini (ITB), iseng-iseng ngelewatin daerah sekitar Sekolah Bisnis dan Manejemen (SMB-ITB). Ternyata, oh my god, banyak banget mobil-mobil bagus disitu. Pelataran parkir Gedung Serba Guna (GSG) yang ketika saya pertama kali masuk kampus ini 5 tahun yang lalu sangat sepi, tadi hampir penuh oleh mobil-mobil bagus.
Tapi yang bikin lebih kaget lagi, ternyata yang mengendarai mobil-mobil itu terlihat masih seumuran dengan saya, masih anak kuliahan. Begitupun halnya dengan mobil-mobil yang berseliweran di daerah itu. Jadi mikir, seharusnya kendaraan yang diijinkan masuk ke dalam lingkungan kampus ini hanya milik dosen dan staf pegawai kampus. Koq mereka-mereka ini bisa dan (tampaknya) boleh memasukkan mobil ke dalam kampus? Jangan-jangan di usia yang sama dengan saya mereka sudah jadi dosen atau minimal staf kampus? Jelas ga mungkin.
Sebenarnya ga jadi masalah kalau mereka memang mendapat fasilitas yang berbeda dibanding mahasiswa “biasa” ITB yang lain, kayak izin masuk kendaraan itu. Tapi bakal jadi masalah kalau itu hal yang illegal. Karena selama ini sepanjang yang saya tau, belum ada izinnya bagi semua mahasiswa memasukkan kendaraan ke dalam lingkungan kampus.
Sistem perpakiran di dalam lingkungan ITB selama ini menggunakan stiker yang ditempel di kendaraan sebagai penanda bahwa kendaraan tersebut milik dosen dan staf pegawai ITB. Kalau kendaraan mahasiswa berhasil masuk (pada jam kerja), ada dua kemungkinan. Yang pertama, kendaraan itu sudah ada di dalam lingkungan kampus paling tidak sejak semalam sebelumnya. Biasanya ini terjadi untuk anak-anak malam kampus yang terpaksa (atau sukarela) menginap di kampus untuk berbagai keperluan. Yang kedua, masuk pada jam kerja menggunakan stiker kendaraan yang seharusnya hanya dimiliki oleh dosen dan staf pegawai kampus.
Saya ga yakin seluruh mobil-mobil bagus itu malam sebelumnya sudah ada di dalam lingkungan kampus. Sebagian kecil okelah, tapi sebagian yang lain? I don’t think so. Jadi yang paling mungkin mereka memiliki stiker tanda masuk yang dapat dipastikan diperoleh secara tidak sah.
Sebenarnya ga cuma mahasiswa SBM aja sih. Banyak juga mahasiswa jurusan lain yang kayak gini juga. Cuma tadi lagi lewat aja di dekat SBM dan ngeliat mobil-mobil yang dikendarai mahasiswa.
Jadi inget cerita tentang seorang dosen yang mengeluhkan sulitnya mencari tempat parkir di dalam lingkungan kampus akhir-akhir ini. Beliau berpendapat, jumlah dosen dan staf pegawai ITB ga mungkin mengalami peningkatan yang sangat pesat yang mengakibatkan penuhnya lahan parkir. Jadi yang paling mungkin ada pihak-pihak yang memanfaatkan lahan parkir meskipun sebenarnya mereka tidak berhak. Siapa lagi di kampus ini pihak selain dosen dan staf pegawai? Tentunya mahasiswa.
Mudah-mudahan sistem perpakiran kampus yang baru dengan menggunakan smart card yang saat ini dalam tahap ujicoba, dapat membuat sang dosen yang berkeluh kesah tadi bisa kembali menikmati lahan parkirnya dengan nyaman ![]()


terus maumu apa li? namanya juga SBM, Sekolah Belajar Menyogok.. sogok sana sogok sini, yang penting hepi..
Comment by dzaia-bs — February 28, 2007 @ 10:36 pm
mm..
klo kata temenku li, anak2 sbm tuh dapet perlakuan istemiwa
mobil ato motor mereka boleh masuk kampus..
jadi klo mobil mereka bisa masuk kayaknya ga melanggar aturan
Comment by qonita — March 1, 2007 @ 5:35 pm
like i said, ga jadi masalah klo mereka dapet fasilitas yg berbeda dibanding mahasiswa “biasa”. yg penting, yg ga berhak ga ngambil hak orang lain.
Comment by Uli — March 2, 2007 @ 12:53 pm