Words of A Mind

Computer, Science, and TechnologyJanuary 30, 2007 10:59 pm

Akhirnya, setelah menunggu kurang lebih tiga minggu sejak registrasi, akses internet di kost saya hari ini sudah aktif. Harus bersabar cukup lama juga. Huff…

Kost saya memilih Melsa, alasannya sederhana: Cuma Melsa yang bisa menjangkau kost saya yang lokasinya ada di tengah-tengah perumahan penduduk, di daerah Pelesiran, Taman Sari, Bandung. Selain itu juga dari review yang saya baca di internet, katanya Melsa cukup bagus. Mungkin karena provider lokal Bandung kali ya, makanya servisnya masih terjamin.

Langsung test kecepatan koneksi di site ini. Meskipun validitasnya ga terjamin, tapi buat coba-coba bolehlah.

Ini hasil terbaik setelah beberapa kali percobaan.

Sekedar catatan, kecepatan koneksi dari Melsa up to 512 Kbps (“up to” loh, bukan rata-rata). Tapi karena kost, terpaksa berbagi bandwith dengan teman-teman kost yang lain. Ketika melakukan test tadi, sekitar 7 orang yang secara bersamaan sedang mengakses internet di jaringan kost saya.

Termasuk cepat atau lambat? Entahlah, tapi yang pasti dengan ini, akses saya ke internet semakin mudah setelah sebelumnya sudah ada Fren dari Mobile-8. Beberapa hari kedepan juga mau coba koneksi menggunakan XL 3G. Ingin mencoba membandingkan mobile internet mana yang lebih bagus.

Enaknya jadi konsumen, bisa milih-milih produk sesuai keinginan {$lang_emotions_laughing}

Amazing LifeJanuary 25, 2007 2:28 pm

Barusan membuka kembali Buku Tahunan semasa SMA di 78. Ga kerasa dah lebih dari 4 tahun ninggalin SMA. Dah cukup lama juga ternyata. Ngliat foto-foto yang terpampang di buku, perlu waktu agak lama untuk kembali mengenali siapa aja yang ada disana meski ada nama yang tertulis di bawah foto-foto itu. Biasalah, sewaktu SMA antara nama dengan panggilan sehari-hari bisa jauh berbeda. Ada yang dipanggil Bajay, Begenk, Keling, ya pokoknya banyaklah. Entah siapa yang mulai memanggil dengan nama-nama itu.

Jadi kangen masa-masa SMA. Waktu itu paling bahagia sewaktu kelas 1. Setiap ada jam pelajaran kosong karena ga ada guru, pasti kelas saya langsung turun ke lapangan untuk main bola. Benar-benar satu kelas isinya penggila bola semua. Mau sebentar apapun waktu kosong, ga akan dilewatkan tanpa bermain bola. Bahkan ruangan kelas pun jadi arena bermain sepakbola mini. Mulai dari sekedar passing ringan, latihan tendangan bebas, sampai permainan layaknya di lapangan sepakbola. Hasilnya tentu saja kaca jendela yang berkali-kali pecah. Dan berkali-kali itu pula kelas kami dimarahi semua guru yang masuk ke kelas ketika pelajaran. Sampai-sampai saking kesalnya dengan berbagai ulah kami itu, kami mendapatkan julukan kelas brengsek oleh salah satu guru Laughing Namanya juga anak-anak, meski dah dimarahin berkali-kali tapi tetap aja main bola dan kaca pecah pun tetap lanjut, dan guru yang memberi predikat brengsek itu akhirnya menjadi public enemy #1 Bad

Begitu lulus banyak dari mereka yang melanjutkan ke universitas negeri macam UI, ITB, Unpad, bahkan ada yang ke NTU, Singapura. Meskipun bandel tapi prestasi boleh diadu Thumbup Entah dimana mereka semua sekarang. Mungkin sebagian besar sudah kerja. Entahlah. Sudah lama hilang kontak dengan mereka. Terakhir bertemu dengan teman-teman SMA sewaktu acara buka puasa tahun 2005, itupun hanya sedikit yang datang. Jadi kangen main bola bareng Smiling

Dah dulu ah nostalgianya. Life must go on Smiling

Computer, Science, and TechnologyJanuary 20, 2007 3:39 pm

Secuil percakapan dengan rekan achai via Yahoo! Messenger.

me : btw, bisa ya bikin mail pake alamat @el02itb.org?
me : kayaknya klo pada punya keren tuh
achai : buat aja
achai : iya ya
achai : buat aliasnya ahh.. di gmail
achai : lo ngasih ide bagus aja Li
achai : gw blm kepikiran malah
me : gmn caranya tuh bikin alias di gmail?
achai : ga tau
achai : gw serahkan ke lo
achai : okeh 

Ah, jadi nambah kerjaan aja nih Spiteful

Jadi maksudnya begini. Untuk yang sudah punya domain sendiri (saya ambil contoh disini el02itb.org), biasanya dari tempat hosting sudah disediakan fasilitas email dengan alamat domain anda tersebut (dalam hal ini @el02itb.org). Tetapi ukuran mailbox yang disediakan biasanya hanya sebesar 5 MB. Kalau sekedar untuk berkirim email mungkin ga jadi masalah. Tapi lain lagi ceritanya kalau alamat email itu diikutsertakan dalam milis yang sangat aktif (seperti milis el02 yang traffic-nya bisa puluhan email perhari kalau anggotanya lagi benar-benar ga ada kerjaan Spiteful), tentunya kapasitas 5 MB sangat kurang.

Nah, Gmail ternyata menyediakan fasilitas penyediaan mailbox sebesar 2 GB, tetapi alamat email yang digunakan tetap menggunakan domain milik kita sendiri. Hanya saja interface yang digunakan memang milik Gmail. Jadi, dalam contoh, anda bisa memiliki alamat email namaanda@el02itb.org dengan mailbox sebesar 2 GB, dengan menggunakan fasilitas dari Gmail ini.

Awalnya sih sempat bingung juga untuk realisasinya. Tapi tiba-tiba mendapat wangsit (Sleeping) untuk mengarahkan mouse ke bagian “Settings” dari Gmail. Ternyata disitu tersimpan jawabannya.

Have your own domain? Use Gmail with your domain for free.

Now that’s the answer I’ve been talking about. Just click “Learn More” and the next steps are as easy as counting one two three :D

Nama resmi dari fasilitas ini adalah Google Apps for Your Domain (GAfYD). Bisa diakses langsung ke URL http://www.google.com/a/cpanel/domain

Yang perlu diingat adalah anda harus memiliki hak akses penuh terhadap domain milik anda sendiri (ya itu sih sudah pasti ya :P ), karena ada tahapan-tahapan yang memerlukan otentifikasi dari pemilik domain.

Satu hal lagi yang perlu diingat, Gmail membatasi untuk satu domain maksimal hanya boleh memiliki 100 account. Tapi tentu saja hal ini bisa diatasi dengan membuat subdomain baru dan mendaftarkan lagi subdomain baru tersebut dengan cara yang sama.

Selain mendapatkan mailbox 2 GB, GAfYD ini juga menyediakan Google Calendar untuk mengingatkan berbagai events khusus anda dan dapat dishare ke rekan-rekan anda agar mereka dapat melihat events yang anda miliki. Juga terdapat beberapa fasilitas lain yang dapat anda modifikasi sesuai keinginan.

Salah satu inovasi dari Google yang sangat menarik.

Jadi, tertarik untuk memiliki email dengan mailbox 2 GB di domain anda sendiri? Cool

Computer, Science, and TechnologyJanuary 18, 2007 11:07 am

Satu fitur dari Firefox yang baru saja saya ketahui. Coba ketik entry tetapi bukan URL di address bar Firefox, maka Firefox akan mengarahkan ke website yang paling berhubungan dengan entry tersebut. Sebagai contoh, saya ketik: institut teknologi bandung, dan Firefox langsung membuka site www.itb.ac.id. Coba Susilo Bambang Yudhoyono, maka akan keluar profil Bapak Presiden kita itu di wikipedia.

Sepertinya secara default, Firefox akan mengarahkan ke website yang menempati urutan teratas dari pencarian google dari entry tersebut. Kalau ternyata tidak ada yang cocok, Firefox akan mengeluarkan hasil pencarian google dengan keyword entry tersebut.

Coba hal yang sama di Internet Explorer dan Opera. IE akan selalu mengeluarkan hasil pencarian dari live.com untuk entry yang diberikan. Tetapi masih lebih baik dibandingkan dengan Opera yag langsung mengeluarkan notifikasi illegal-url.

Jadi makin cinta sama Firefox Spiteful

Computer, Science, and Technology 10:41 am

Sejak kemunculannya beberapa waktu yang lalu, saya selalu menggunakan Firefox untuk surfing di internet dan meninggalkan Internet Explorer. Alasan utamanya karena tampilannya yang simple dan penggunaan tabbed browsing yang lebih enak dilihat dibanding membuka banyak window seperti Internet Explorer. Tabbed browsing yang digunakan oleh Firefox dan juga oleh Opera ini, akhirnya diadaptasi secara penuh oleh Internet Explorer versi terbaru, yaitu versi 7.

Bukan masalah tabbed browsing yang ingin saya utarakan disini. Tapi masalah pemanfaatan system resources oleh Firefox yang saya gunakan. Beberapa waktu belakangan ini, saya baru sadar bahwa Firefox yang terinstall di notebook saya memakan system resource yang sepertinya tidak wajar, dalam artian memerlukan system resource yang sangat besar.

Saya jalankan Firefox dengan membuka 5 tab: detikcom, gmail, planet el02, Rileks, cnn.com. Saya diamkan beberapa lama. Cek Task Manager dengan Ctrl+Alt+Del beginilah system resource yang digunakan oleh Firefox.

 Firefox With 5 Tab Sytem Resources

107MB of memory usage only for firefox.exe. Wajar untuk sebuah Firefox? Sekedar informasi, add-ons Firefox 2.0 yang saya install ada dua, yaitu Deepest Sender 0.7.9 untuk posting ke blog dan Mouse Gestures 1.5.2 untuk perintah mouse gesture seperti yang digunakan pada Opera. Dua add-ons itu yang menjadi sumber masalah? Entahlah. Bagaimana dengan Firefox anda?

Sekarang saya coba bandingkan Firefox dengan browser lain dengan fasilitas tabbed browsing, dalam hal ini Opera 9.10. Sebenarnya mau coba dibandingkan juga dengan Internet Explorer 7, tapi untuk instalasi IE7 perlu Windows Genuine Verification. Jujur saja, itu tidak berani saya lakukan, meski Windows XP yang saya gunakan merupakan hasil Campus Agreement antara kampus saya dengan Microsoft. Genuine or not genuine, yang pasti pengalaman saya menggunakan Windows XP bajakan untuk verifikasi ke-genuine-an berujung pada ketidaknyamanan dalam mengakses internet, meski verifikasi ke-genuine-an itu sudah dicoba untuk di-crack. Kurang canggih kali ya crack-nya Spiteful

Back to topic. Opera juga saya buka 5 tab dengan halaman yang sama dengan Firefox. Juga saya tunggu beberapa saat sebelum saya tangkap system resource yang digunakan. Begini hasilnya.

 Firefox and Opera With 5 Tab

Bisa dilihat bagaimana jauhnya perbedaan system resource yang digunakan oleh Opera dan Firefox: Firefox menggunakan hampir 3 kali liat resource yang digunakan Opera.

Opera sangat irit menggunakan system resource?
Atau memang Firefox saya bermasalah?
Entahlah.
Ada yang bisa kasih penjelasan?

Computer, Science, and TechnologyJanuary 17, 2007 3:16 pm

Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk meng-upgrade memory notebook yang saya gunakan, menjadi total 768 MB dari awalnya hanya 256 MB.

 

Corsair 512MB PC-2700 DDR 333 MHz 200PIN SODIMM.

Saya beli dengan harga Rp. 650.000,00 di Bandung Electronic Center (BEC) lantai 1. Ga sempat crosscheck dengan toko lain atau di internet. Bukan suatu masalah sih karena memang sudah niat mau upgrade memory, jadi harga berapapun tetap saya beli. Tadinya saya kira harganya lebih dari 700 ribu. Ternyata lebih murah dari perkiraan saya Smiling

Alhamdulillah, setelah upgrade memory, kinerja notebook menjadi jauh lebih baik, lebih nyaman digunakan Smiling

Selain itu, memory VGA pun naik menjadi 128 MB dari 64 MB seperti yang saya sebutkan di tulisan saya sebelumnya. Ternyata setelah cek di site ini, memang VGA untuk notebook ini dapat mencapi 128 MB untuk memory di atas 512 MB.

Jadi ga perlu kesal lagi karena kinerja notebook yang lambat Spiteful

Tapi dengan ini, pilihan untuk mengganti notebook jadi tertutup Sad ga apa lah, yang penting masih bisa bekerja dengan nyaman Thumbup

Computer, Science, and Technology 3:00 pm

Seringkali saya menggunakan shortcut untuk mengakses program-program yang sudah terinstall di Windows XP. Alasan utamanya sih karena notebook saya cukup lambat untuk mengakses Start Menu, jadi perlu waktu dan kesabaran yang lebih untuk menjalankan suatu program.

Tepatnya bukan shortcut kali ya, tapi dijalankan dari menu Run di Start Menu yang bisa diakses dengan tombol Win + R. Keyboard anda belum ada tombol Win? Ga perlu buru-buru ganti keyboard. Pencet saja Ctrl+Esc untuk menggantikan fungsi tombol Win.

Berikut beberapa shortcut yang sering saya gunakan:

notepad           = Notepad
explorer           = Windows Explorer
iexplore           = Internet Explorer
cmd                = Command Prompt
winword          = Microsoft Word
excel              = Microsoft Excel
powerpnt         = Microsoft Power Point
visio               = Microsoft Visio
mspaint           = Paint
calc                = Calculator
firefox            = Mozilla Firefox
wmplayer        = Windows Media Player

Selain yang di atas, anda cari sendiri saja ya Spiteful Cari saja file .exe program yang bersangkutan di directory tempat anda menginstall program tersebut. Tapi memang ga semua program bisa dijalankan dengan cara seperti ini. Sepertinya untuk program-program tersebut perlu memasukkan full path dari program tersebut.

Kenapa ga bikin shortcut saja di Desktop? Well, selain saya ga terlalu suka desktop yang terlalu penuh dengan icon-icon shortcut, untuk menampilkan Desktop ketika sedang bekerja dengan program lain yang memenuhi layar memakan waktu loading yang cukup lama di notebook saya ini Sad

Ok then, semoga bermanfaat Wink

Note: semua shortcut di atas hanya bekerja di Windows XP. Untuk windows versi lain, ada kemungkinan memiliki perintah yang berbeda.

Computer, Science, and TechnologyJanuary 10, 2007 4:31 pm

After spending sometimes learning the basic of C Programming Language, starting today I’ll learn a more advance usage of this language: the win32 programming. This is my first win32 program:
 

	#include <windows.h>   
	int WINAPI WinMain(HINSTANCE hInstance, HINSTANCE hPrevInstance, 
   		 LPSTR lpCmdLine, int nCmdShow)
	{
  	  MessageBox(NULL, "Goodbye, cruel world!", "Note", MB_OK);
  	  return 0;
	}   

Hell, don’t ask me what those syntaxes mean in particular. I still don’t understand, yet. I just follow the tutorial given in this site and still in an on-going mission to solve the mystery of those syntaxes.

Hopefully by the end of this week, I can make my own win32 program instead of just being a copycat fellow.

Wish me luck {$lang_emotions_wink}

UncategorizedJanuary 6, 2007 4:48 pm

“Indomie adalah merek mi instan yang paling terkenal di Indonesia - saking terkenalnya hingga orang Indonesia memanggil mi instan dengan sebutan "indomie" walaupun yang dikonsumsi tidak bermerek Indomie.”

Bukan, tulisan ini bukan dibuat untuk membandingkan Indonesia dengan Indomie. Lagipula apanya yang mau dibandingin? Jelas-jelas Indonesia dan Indomie jauh beda {$lang_emotions_spiteful}

Sekedar ingin tau saja sebenarnya. Bagaimana anda melafalkan kata “Indonesia” pada paragraf pertama di atas. Apakah anda termasuk yang melafalkan “Indonesia” dengan “endonesia” atau bahkan “endonesa”?

Sekarang coba bandingkan dengan pelafalan kata “Indomie”. Saya yakin sebagian besar dari kita akan melafalkannya sesuai dengan kata aslinya: indomi. Jarang sekali saya menemukan ada yang melafalkan kata “Indomie” dengan “endomi”. Begitupun halnya dengan kata-kata yang memiliki awalan “indo-“ yang lain.

Kalau mau contoh lebih real, coba anda perhatikan ketika anda atau rekan anda sedang berbicara. Coba lihat bagaimana mereka melafalkan kata-kata yang memiliki awalan “indo-“.

Kenapa bisa terjadi perbedaan pelafalan? Padahal Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang pelafalan kata-katanya sesuai dengan yang tertulis. Ga seperti bahasa inggris yang antara tulisan dengan pelafalan bisa berbeda. Apalagi dengan bahasa perancis, jauh banget Spiteful

Jadi teringat dengan guru ekonomi waktu saya duduk di kelas 2 SMA. Sewaktu menjelaskan pelajaran, beliau melafalkan “endonesa” dengan sangat jelas, sampai-sampai seluruh kelas tertawa mendengarnya. Langsung saja beliau berujar, “Saya kan bukan guru bahasa endonesa, wajar kalau salah”.

Ada-ada saja {$lang_emotions_laughing}

 

Amazing LifeJanuary 3, 2007 11:04 am
Kenapa hari ini terasa males banget ya?
Ga semangat beraktivitas.
Fun browsing aja males.
Apalagi buat ngerjain TA.
Padahal ujian dah beres semua.

Huff…