Ada yang pernah menembak? Bukan, bukan “nembak” dalam arti menyatakan perasaan ke orang lain. This is shooting, literally. Menembak dalam artian yang sebenarnya: mengisi senapan dengan peluru, kokang, cari target, dan… Blam, it’s a headshot.
Kemarin baru saja saya coba olahraga menembak ini di Plaza Blok M, Jakarta Selatan. Beberapa bulan yang lalu pernah liat review tentang lapangan menembak ini di acara Rekomendasi yang disiarkan O-Channel. Setelah itu jadi penasaran untuk mencoba. Tapi kan ga lucu harus bolak balik Bandung-Jakarta hanya untuk mencoba olahraga ini. Kalau uang banyak sih, ga masalah ![]()
Anyway, setelah penasaran selama berbulan-bulan akhirnya kemarin berhasil juga mencoba. Awalnya sih mau coba menggunakan pistol, tapi atas rekomendasi mas-mas yang jaga, akhirnya beralih ke senapan dengan alasan senapan lebih stabil digunakan. Ok deh, mas. Saya percaya aja ![]()
Selanjutnya beli peluru. Ternyata peluru yang digunakan bukan seperti yang saya lihat di televisi dengan bentuknya yang silinder dan cukup besar (ya iyalah, kalau seperti itu pasti harganya bakal mahal). Pelurunya berbentuk sebuah bola kecil (mirip seperti yang digunakan pada pistol mainan anak-anak) ditambah dengan sebuah kerucut tanpa alas di bagian bawahnya. Kalau yang sering nonton film dari Jepang, bentuknya seperti boneka penangkal hujan yang sering digantung di rumah, yang warnanya putih itu loh (ga tau namanya apa
). Ada dua paket pembelian peluru. Untuk 15 peluru, dihargai Rp. 10.000 sedangkan utuk 35 peluru, dihargai Rp. 20.000. Cukup murah. Akhirnya saya beli yang 35 peluru agar bisa berbagi dengan adik saya (kebetulan datangnya berdua dengan adik saya yang kelas 4 SD).
Ok, time to shoot. Karena baru pertama kali coba, akhirnya minta bantuan pegawai disitu untuk mengajarkan mulai dari memasukkan peluru, mengkokang, kuda-kuda, membidik sasasaran, sampai menembak. Ternyata cukup mudah, kecuali proses membidik sasaran ya
Waktu membidik, sasaran yang berjarak sekitar 5 meter hanya terlihat seperti satu titik hitam padahal kertas sasaran sebenarnya memiliki beberapa lingkaran hitam yang berisi poin-poin untuk penilaian. Terlebih lagi, ternyata menjaga kestabilan bidikan sangat sulit. Meski sudah mencoba sebisa mungkin untuk stabil tapi tetap saja senapannya bergerak terus. Jadi berpikir, senapan saja yang dibilangnya lebih stabil sulit untuk menstabilkan, bagaimana dengan pistol ya?
Senapan yang digunakan cukup berat, meski ga seberat SS-1 milik Pindad yang pernah saya coba waktu pameran di BPPT dua tahun yang lalu. Tangan kiri yang digunakan untuk menopang senapan, seperti yang terlihat di gambar diatas, harus bekerja keras untuk mengarahkan dan menstabilkan senapan. Hasilnya, setelah 2 kali 35 peluru, tangan kiri saya kelelahan. Rasa pegal baru terasa pagi ini setelah bangun tidur. Maklum, jarang olahraga, terlalu sering berkutat di depan komputer :p
Kalau bicara hasil tembakan, hasil tembakan adik saya relatif lebih baik. Karena masih kecil, ga mungkin dia mengambil posisi menembak sambil berdiri seperti di gambar. Dengan bantuan meja sebagai tumpuan senapan, bidikan menjadi lebih stabil dan hasilnya pun pastinya menjadi lebih baik, meski untuk anak seumurnya.
Nah, kalau berminat serius sama olahraga ini, bisa daftar jadi anggota shooting club disitu sekaligus juga jadi anggota PB Perbakin. Tentunya jadi bisa ikut kejuaraan yang diselenggarakan Perbakin.
Tapi sayangnya ini cuma ada di Jakarta. Belum ketemu yang seperti ini di Bandung. Ada yang punya info tentang olahraga ini di Bandung? Waktu tanya ke pegawai disitu dia bilang kata orang Bandung ada di suatu tempat yang namanya ada “Istana”-nya. Istana Plasa? Belum cek kesana lagi. Atau Istana BEC? Ga mungkin lah
You should try it. It’s fun. Sekalian untuk latihan juga. Siapa tau tiba-tiba negara ini diserang dan butuh angkatan perang dadakan. Prepare for the worst, meskipun ga berharap bakal kejadian seperti itu.
waaah, pengen dong latihan menembak. rasul pernah memerintahkan untuk mengajari anak kita memanah, berenang dan berkuda. kalo jaman sekarang ya memanah/menembak, berenang, nyetir mobil/motor/sepeda.
berenang bisa…
nyetir mobil bisa…
tinggal nembak nih yang blum bisa …
Comment by detri — December 29, 2006 @ 11:46 am
Li, kalo ngebaca deskripsi lo mengenai peluru yang digunakan, gw ngebayangin perluru senapan angin yang banyak dijual di daerah Cibaduyut. Emang senapannya senapan angin apa gimana, Li?
Comment by ar!ef — January 2, 2007 @ 3:46 pm
@detri: gw malah ga bisa renang :p mulai dari manah, nembak, nyetir dah pernah semua
@ar!ief: wah, gw ga pernah maenan senapan angin yg di cibaduyut. kagak lepel, bro :p coba aja liat gambar di atas, sama atau kagak.
Comment by Uli — January 3, 2007 @ 8:52 am