Pagi-pagi ngliat berita di TV kenapa beritanya ga ada yang enak ya?

  • Keributan setelah Yahya Zaini diperiksa polisi. Entah kenapa tiba-tiba wartawan yang mencoba meliput tampak marah-marah.
  • Sidang interpelasi Nurmahmudi Ismail yang diwarnai kericuhan di luar persidangan. Sampai ada pukul-pukulan pula. Sudah gitu ada yang sempat-sempatnya masuk ke gedung persidangan. Untung saja kericuhan ga berlanjut lebih jauh.
  • Proses eksekusi lahan sengketa, di Semarang kalau tidak salah. Ini pun diwarnai kericuhan. Tiba-tiba saja sudah ada banyak orang yang berjaga-jaga di lahan sengketa. Mereka ini siapa? Ada kepentingan apa? Tidak jelas.

Itu baru dari TV. Lanjut baca koran, kebetulan berlangganan Koran Tempo di kos. Yang paling menyesakkan berita tentang perjanjian kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Microsoft tentang pembelian lisensi produk Microsoft yang angkanya lebih dari Rp. 300 Miliar. Bukannya pemerintah sedang menggalakkan IGOS (Indonesia Goes Open Source) ya? Kenapa sekarang jadi kerjasama dengan Microsoft? Aneh.

Sampai kampus. Buka detikcom. Beritanya pun sama-sama miris, tentang gempa dan longsor di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang memakan korban 4 orang meninggal dan ribuan mengungsi.

Ah, cape juga setiap hari berhadapan dengan berita-berita yang kurang enak. Tapi mau bagaimana lagi, itulah realita kehidupan. Fiuh…