Amazing LifeDecember 10, 2006 12:09 pm

 

That’s one scene from Green Arrow v.2. I really love that scene. Not the killing part, of course. I’m not a psychopath. But it’s the part when the crook constantly repeats all sound that comes out in that scene.

Crash!
Bang!
Krrssh!
Click!
Blam!
And the last word: onomatopoeia.
Whew, what a scene. The crook is so cool and mysterious. I love it.

I really love reading US comics about superhero thing. I read comics from Marvel Comics and DC Comics. I got those comics from this site (hey, mister. You should give me discounts ‘coz I promote your site in here!). They sold DCP (Digital Comic Preservation), not the book form of the comic.

What makes me loves reading it, is it language. Of course they’re using English and I can learn many new words from them. Take the above scene as example. The last word: onomatopoeia. According to Oxford, it means: formation of a word from a sound associated with what is named (e.g. cuckoo, sizzle). Never knew it before don’t you? emoticon

But what makes me really loves it is the way each character talk and their accents are pretty well described, so just by reading it I can imagine how they talk with their accents, just like watching movies. Here’s an example of what I explain earlier: “Ah want to stay behind and go over next week’s plan”.  When I first read it, I don’t understand what that “Ah” is. But after continue reading, I found another sentence using the “Ah”:  “Ah’m worried about him”. Gettin’ somethin’ ? Yes, the word “Ah” is “I” but pronounce it in a much cowboy-style.

This kind of description that makes me loves these comics. Make me learn how the American talks and how to write it.


But, of course, the essence of a comic book is its story. If the story is not good enough, I won’t read it.

Oh yea, if you want to read comic book that has so many new words so you have to bring your dictionary with you, try X-Men. They do lots of talking there. Less action, lots of talks, bored me a lot too emoticon

Well, Happy reading then emoticon

Amazing Life 10:21 am

Ada pemandangan yang sedikit berbeda di lingkungan kampus seminggu belakangan ini. Seperti yang bisa dilihat di atas, ada spanduk bertuliskan [I]nsan Cendikia Selalu [T]ertib [B]erlalu lintas. Bukan hanya spanduk, tapi juga baliho besar di pintu gerbang depan. Juga ada poster yang ditempel di bagian belakang mobil satpam kampus. Semuanya bertuliskan pesan yang sama.

Jelas terlihat pihak rektorat kampus sedang menggalakkan kampanye ketertiban berkendara dalam lingkungan kampus. Kalau sudah ada kampanye seperti ini, bisa menjadi indikator bahwa masyakarat kampus memiliki kesadaran yang rendah dalam berkendara. Sepertinya baru kali ini saja pihak rektorat mempermasalahkan lalu lintas di dalam kampus. Apa sebab?

Tampaknya semakin banyaknya warga kampus yang menggunakan mobil pribadi ke kampus, menjadi penyebabnya. Nah, timbul pertanyaan. Kendaraan mahasiswa kan tidak masuk ke dalam kampus, hanya terbatas sampai lapangan parkir. Berarti sasaran kampanye itu hanya dosen dan pegawai kampus? Tanda bahwa dosen dan pegawai tidak tertib berlalulintas?

IMHO, sepertinya tujuan kampanye ini bukan untuk mengingatkan warga kampus untuk berlalulintas dengan baik. Selama ini saya tidak pernah menemukan ada yang mengendarai kendaraan melebihi kecepatan yang wajar atau ugal-ugalan di dalam kampus.

Di spanduk itu terlihat ada lambang P (park). Setelah melihat itu saya langsung berpendapat, kampanye ini ternyata untuk menyadarkan warga kampus untuk parkir pada tempat yang sesuai. Beberapa bulan terakhir, seringkali terjadi kasus pencurian kendaraan, baik itu mobil maupun motor, di dalam lingkungan kampus, juga di lahan parkir. Nah, karena banyaknya kasus kehilangan ini, pihak keamanan kampus sepertinya mulai gerah dan mengambil beberapa tindakan: parkir mobil dan motor di atas jam kerja dan hari libur dipusatkan di lapangan parkir gedung Elektro dan Informatika, serta adanya pemeriksaan STNK setiap kali kendaraan keluar dari lingkungan kampus

Terus terang saja, banyak sekali yang protes tentang ini terutama mahasiswa yang residensi di kampus bagian belakang dan sayap timur serta barat, karena mereka harus berjalan cukup jauh ke tempat mereka dari lapangan parkir Elektro dan Informatika.

Meski begitu, ternyata cara ini cukup efektif, terbukti beberapa waktu yang lalu seorang pencuri sepeda motor berhasil tertangkap karena tidak lolos pemeriksaan STNK di gerbang depan.

Nah, dari sini timbul pertanyaan lain. Sistem itu kan hanya diberlakukan di atas jam kerja, bagaimana dengan ketika jam kerja? Selama ini laporan kehilangan justru lebih banyak terjadi pada siang hari, baik itu di lahan parkir maupun di dalam kampus. Sistem stiker yang selama ini diberlakukan ternyata kurang berhasil, terbukti dari masih banyaknya mahasiswa yang memiliki stiker ini yang seharusnya hanya boleh dimiliki oleh dosen dan pegawai kampus.

Well, untuk hal ini sepertinya pihak kemanan kampus harus memikirkan cara lain agar pencurian kendaraan di dalam kampus tidak lagi terjadi. Selamat berjuang, Pak Satpam! :)