Ubuntu Ternyata Buntu di M2215AP
Ketika sedang iseng browsing blog-blog yang ada di lingkungan el02itb, akhirnya menemukan artikel yang ditulis abang Nico tentang distro Linux yang saat ini sedang populer, Ubuntu. Waktu baca artikelnya cukup tertarik apalagi di artikel tersebut ada screenshot desktop yang bisa dibilang cukup bagus dibandingkan distro Linux lainnya yang telah saya coba.
Akhirnya setelah bertanya sana-sini tentang kelebihan Ubuntu dengan distro yang lain, didapatkan satu poin yang cukup menarik: Ubuntu lebih ringan. Menarik karena notebook M2215AP yang saya gunakan bukan notebook yang memiliki kecepatan dan kemampuan grafis yang cukup bagus.
Singkat cerita file-iso Ubuntu didapat, di-burn, dan akhirnya tibalah saatnya untuk proses instalasi. Dengan perasaan berdebar-debar, CD mulai loading. Cukup mengejutkan juga karena ternyata CD instalasi Ubuntu ini dapat juga digunakan sebagai LiveCD, terlihat pada awal booting CD terdapat pilihan “install or start Ubuntu”. Quite impressive.
Nah, mulai saat ini lah masalah muncul. Ketika option install dipilih, layar mulai menunjukkan tulisan-tulisan proses yang sedang dilakukan. Ya standar Linux lah. Tapi ternyata tulisan-tulisan tersebut tidak muncul secara jelas, seperti tulisan yang bertumpuk. Okay, maybe just a display error. Not a big deal.
Tapi ternyata display error ini lah masalah yang paling utama. Waktu yang dibutuhkan untuk masuk ke GUI memakan waktu sampai 15 menit, benar-benar menguji kesabaran. Setelah masuk, disambut dengan pesan error berkaitan dengan GNOME display or something. Sampai dengan tahap ini masih mencoba meyakinkan diri bahwa mungkin memang seperti ini.
Akhirnya GUI selesai loading. Desktop menunjukkan pilihan install, langsung saja di klik. Lagi-lagi kesabaran diuji. Lampu harddisk terus menyala tanda bahwa sedang ada proses yang berlangsung. 10 menit…15 menit…30 menit. Lampu masih tetap menyala. Desktop tidak menunjukkan perubahan apapun. Okay, something not right here. Proses loading tidak mungkin memakan waktu lebih dari 30 menit. Apalagi klaim semula dari Ubuntu yang dibilang ringan.
Tombol power dipencet, matilah seluruh proses. Bersamaan dengan itu kesabaran habis dan rasa kesal muncul. What’s wrong with this thing?! Kesimpulan diambil: display atau grafis menjadi masalah utama. Tampaknya Ubuntu tidak cocok dengan hardware grafis dari M2215AP.
Setelah berkonsultasi dengan bung achai, saran pertama adalah membuat ulang CD instalasi dengan asumsi CD yang pertama rusak. Okay, CD dibuat ulang. Hasil: sama persis, tanpa ada perbaikan. Mungkin proses burn ada masalah. Coba di-burn di tempat lain, hasil: idem ditto.
Total CD yang sudah dihabiskan untuk ini adalah 3 CD-R dan 2 DVD-R ditambah lagi 2 DVD repository Ubuntu yang sudah terlanjur di-burn.
Akhirnya kembali ke kesimpulan awal, Ubuntu buntu dijalankan di M2215AP karena masalah grafis. Kesimpulan ini makin menguatkan kesimpulan tentang notebook M2215AP yang ditulis di artikel sebelumnya, bermasalah dengan kompatibilitas.
Tampaknya memang notebook ini sudah harus diganti. Tapi bagaimana mungkin, uang saja tidak punya. Ya sudah, terpaksa berpuas diri dengan yang ada sekarang.
Oya, just want to say: Good bye Ubuntu. I barely know you.

