Words of A Mind

R U Kiddin' Me?December 30, 2006 12:23 pm

Hellou, kemana perginya negara-negara serta LSM-LSM yang getol meyuarakan anti hukuman mati?
Kenapa ketika Saddam Husein yang dieksekusi mereka diam saja?

Hey, hey. Where are you, guys? Consistent please!

Read more about this in here.

More links: Amnesty International, Capital Punishment, Death Penalty Info.

Amazing LifeDecember 29, 2006 8:34 am

 

Ada yang pernah menembak? Bukan, bukan “nembak” dalam arti menyatakan perasaan ke orang lain. This is shooting, literally. Menembak dalam artian yang sebenarnya: mengisi senapan dengan peluru, kokang, cari target, dan… Blam, it’s a headshot.

Kemarin baru saja saya coba olahraga menembak ini di Plaza Blok M, Jakarta Selatan. Beberapa bulan yang lalu pernah liat review tentang lapangan menembak ini di acara Rekomendasi yang disiarkan O-Channel. Setelah itu jadi penasaran untuk mencoba. Tapi kan ga lucu harus bolak balik Bandung-Jakarta hanya untuk mencoba olahraga ini. Kalau uang banyak sih, ga masalah Spiteful

Anyway, setelah penasaran selama berbulan-bulan akhirnya kemarin berhasil juga mencoba. Awalnya sih mau coba menggunakan pistol, tapi atas rekomendasi mas-mas yang jaga, akhirnya beralih ke senapan dengan alasan senapan lebih stabil digunakan. Ok deh, mas. Saya percaya aja Laughing

Selanjutnya beli peluru. Ternyata peluru yang digunakan bukan seperti yang saya lihat di televisi dengan bentuknya yang silinder dan cukup besar (ya iyalah, kalau seperti itu pasti harganya bakal mahal). Pelurunya berbentuk sebuah bola kecil (mirip seperti yang digunakan pada pistol mainan anak-anak) ditambah dengan sebuah kerucut tanpa alas di bagian bawahnya. Kalau yang sering nonton film dari Jepang, bentuknya seperti boneka penangkal hujan yang sering digantung di rumah, yang warnanya putih itu loh (ga tau namanya apa Spiteful). Ada dua paket pembelian peluru. Untuk 15 peluru, dihargai Rp. 10.000 sedangkan utuk 35 peluru, dihargai Rp. 20.000. Cukup murah. Akhirnya saya beli yang 35 peluru agar bisa berbagi dengan adik saya (kebetulan datangnya berdua dengan adik saya yang kelas 4 SD).

Ok, time to shoot. Karena baru pertama kali coba, akhirnya minta bantuan pegawai disitu untuk mengajarkan mulai dari memasukkan peluru, mengkokang, kuda-kuda, membidik sasasaran, sampai menembak. Ternyata cukup mudah, kecuali proses membidik sasaran ya Spiteful Waktu membidik, sasaran yang berjarak sekitar 5 meter hanya terlihat seperti satu titik hitam padahal kertas sasaran sebenarnya memiliki beberapa lingkaran hitam yang berisi poin-poin untuk penilaian. Terlebih lagi, ternyata menjaga kestabilan bidikan sangat sulit. Meski sudah mencoba sebisa mungkin untuk stabil tapi tetap saja senapannya bergerak terus. Jadi berpikir, senapan saja yang dibilangnya lebih stabil sulit untuk menstabilkan, bagaimana dengan pistol ya?

Senapan yang digunakan cukup berat, meski ga seberat SS-1 milik Pindad yang pernah saya coba waktu pameran di BPPT dua tahun yang lalu. Tangan kiri yang digunakan untuk menopang senapan, seperti yang terlihat di gambar diatas, harus bekerja keras untuk mengarahkan dan menstabilkan senapan. Hasilnya, setelah 2 kali 35 peluru, tangan kiri saya kelelahan. Rasa pegal baru terasa pagi ini setelah bangun tidur. Maklum, jarang olahraga, terlalu sering berkutat di depan komputer :p

Kalau bicara hasil tembakan, hasil tembakan adik saya relatif lebih baik. Karena masih kecil, ga mungkin dia mengambil posisi menembak sambil berdiri seperti di gambar. Dengan bantuan meja sebagai tumpuan senapan, bidikan menjadi lebih stabil dan hasilnya pun pastinya menjadi lebih baik, meski untuk anak seumurnya.

My Sister Aiming for Target 

Nah, kalau berminat serius sama olahraga ini, bisa daftar jadi anggota shooting club disitu sekaligus juga jadi anggota PB Perbakin. Tentunya jadi bisa ikut kejuaraan yang diselenggarakan Perbakin.

Tapi sayangnya ini cuma ada di Jakarta. Belum ketemu yang seperti ini di Bandung. Ada yang punya info tentang olahraga ini di Bandung? Waktu tanya ke pegawai disitu dia bilang kata orang Bandung ada di suatu tempat yang namanya ada “Istana”-nya. Istana Plasa? Belum cek kesana lagi. Atau Istana BEC? Ga mungkin lah Spiteful

You should try it. It’s fun. Sekalian untuk latihan juga. Siapa tau tiba-tiba negara ini diserang dan butuh angkatan perang dadakan. Prepare for the worst, meskipun ga berharap bakal kejadian seperti itu.

Computer, Science, and Technology 8:25 am

Setelah beberapa hari internet tewas karena gempa di Taiwan yang memutuskan jalur internet bawah laut, akhirnya hari ini bisa kembali on-line. Tampaknya jalur backup CBN (spesifiknya CBN Mobile) sudah up. Atau jangan-jangan perbaikan kabel bawah laut di Taiwan sudah beres? Bukannya harusnya makan waktu 3 minggu? Ah, tidak masalah. Yang penting sudah bisa ngenet lagi.

It’s good to be back on-line {$lang_emotions_wink}

Amazing Life, R U Kiddin' Me?December 26, 2006 2:56 pm
Hari ini, dua tahun yang lalu. Sudah ga perlu diingatkan lagi ya peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh dan Nias tepat pada hari ini, dua tahun yang lalu. Sudah bukan waktunya lagi terlena oleh kejadian tersebut. Saatnya melangkah maju.
 
Yang jadi pertanyaan, bagaimana kabar rekonstruksi Aceh dan Nias, dua tahun setelah kehancurannya? Bagaimana nasib pengungsi korban gempa dan tsunami tersebut? Apakah kesejahteraan mereka sudah membaik?
 
Mari kita buat daftar perkembangan yang terjadi di Aceh pasca-tsunami: 
  • Perjanjian damai antara pemerintah pusat Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Status: klausul perjanjian belum terlaksana seluruhnya. Ini merupakan langkah pertama yang sangat baik bagi warga Aceh. Ga seperti di Srilangka yang setelah tsunami, hubungan antara pemerintah pusat dengan Macan Tamil malah makin memburuk.
  • Pelucutan senjata sayap militer GAM. Status: selesai.
  • Penarikan pasukan non-organik TNI/Polri. Status: on-going.
  • Pembentukan Aceh Monitoring Mission (AMM) yang bertugas mengawasi jalannya pemenuhan klausul perjanjian damai pemerintah pusat Indonesia dengan GAM, termasuk pelucutan senjata GAM. Status: masa tugas berakhir, dibubarkan.
  • Pembentukan Badan Rekonstruksi dan Rekonsiliasi (BRR), yang bertugas melakukan perbaikan sarana dan prasarana di Aceh dan Nias. Status: on-going.
  • Pelaksanaan pemilu kepala daerah untuk memilih pasangan gubernur-wakil gubernur NAD. Status: berakhir dengan lancar dan sukses dengan terpilihanya pasangan Azhar Abdul Rani dan Zamzami A Rani sebagai gubernur dan wakil gubernur NAD yang baru. Berbeda dengan pilkada di daerah lain yang mewajibkan seluruh pasangan calon kada diajukan oleh parpol terdaftar, di NAD diperbolehkan calon independent mengajukan diri, tanpa harus melalui partai. Pemenang pilkada ini pun merupakan pasangan independent, hanya saja lazim disebut sebagai pasangan berasal dari GAM karena kedunya memang merupakan bekas anggota GAM.
Whoa, tunggu dulu. Kenapa daftarnya berhubungan dengan politik semua? Bagaimana nasib para pengungsi dan pembangunan kembali Aceh dan Nias?
 
BRR yang bertugas untuk melakukan pembangunan kembali Aceh dan Nias sepertinya tidak bekerja dengan maksimal untuk kemajuan Aceh dan Nias. Simak saja hasil survey yang ditayangkan pada program Aceh-Nias: Moving Forward yang ditayangkan stasiun Metro TV pagi ini berkaitan dengan kepuasan masyarakat Aceh dan Nias terhadap kinerja BRR. Sebagian dari masyarakat Aceh puas dengan kinerja BRR, sedangkan sebagian lain dengan presentase yang nyaris sama menyatakan tidak puas. Bahkan sebagian besar (untuk tidak mengatakan seluruh) masyarakat Nias tidak puas dengan kinerja BRR. Hm, hasil yang tidak membanggakan.
 
Dari program Aceh-Nias: Moving Forward itu pula, ditayangkan video bagaimana kehidupan para korban bencana yang masih tinggal di pengungsian. Disitu sepertinya mereka terpaksa menerima kehidupan di pengungsian dengan segala kekurangannya, tanpa berharap akan dipindahkan ke lokasi dan fasilitas yang lebih layak. God.
 
Well, tampaknya semua pihak masih harus bekerja keras agar kehidupan disana (juga di seluruh Indonesia tentunya) jadi lebih baik, agar bila lain kali kita bertanya lagi tentang kabar Aceh (dan daerah lainnya di Indonesia, juga tentunya), jawabannya bisa membuat hati menjadi tenang, tidak lagi miris seperti sekarang ini.
Computer, Science, and TechnologyDecember 21, 2006 11:05 am
Okay. Let’s do some comparison now. My house at Jakarta uses Telkomnet@Instan to surf the internet. Since no one except me and my younger brother that often surf the net and since both of us rarely come visit to this house, Telkomnet@Instan is a fair choice. As for me, when I’m not in my campus, I use Fren by Mobile-8 paired with CBN prepaid. I got it last year when I got awfully sick so I had to take total bed rest and I badly need an internet connection. I have to begged to my father to get it :p

This is the best result of Telkomnet@Instan’s connection speed after several tests by speakeasy.net (thanx to achai for the info in his blog):

Telkomnet@Instan Speed Test 
 
A ‘lil bit odd for the upload rate isn’t it?
While this is the result of Mobile-8 paired with CBN prepaid, also the best after several tests:

Fren Paired With CBN Speed Test 

Not bad, huh?

But I’ve been thinking to change to other cell phone operator since Mobile-8 + CBN is somewhat not too reliable nowadays: can’t surf the net although it already gives the “connected” notification. Maybe I’ll change to XL. But first I have to get me a GSM cell phone because my previous handy was broken a year ago. Just hoping my dad will buy a new cell phone for himself soon, so I can have his current Nokia 6680 :D

One thing I like to say: thank you, God for creating internet. Can’t live without it :)

 

Amazing Life 12:55 am

Hah. Finally, I got back to my home at Jakarta. It’s been a while since my last visit to this lovely house. Last time I came here was on Idul Fitri (what do you say Idul Fitri in English?), about a month ago. I rarely visit my parents here in Jakarta, usually only if there’s an event such as previous Idul Fitri. My visit here is also because of next week’s Idul Adha. Actually, according to campus agenda, it’s still exam week. But I’ve only got two exams left and it’s at the 2nd of January so I got quite a lot of time to get me a holiday.

It’s so good to see my parents and all of my brothers and sisters. Not all of it, actually. My younger brother (his age and mine only differ by one year) still in Bogor, continuing his college project at Institut Pertanian Bogor (IPB). Don’t know whether he’ll get back home soon or not. That mean, today I met both of my parents, my older sister and her husband (they still live in this house, recently married), my older brother, and 3 out of 4 of my younger brothers and sisters. Please do the counting :)

It sure is one big family and I can assure you that it’s definitely crowded in here. Crowded but I like it. No, no.  Not like it. I love it :D  

Home Sweet Home…

Amazing LifeDecember 19, 2006 9:05 am

 

This is my favorite spot in campus. Yup, tempat ini lazim disebut Lapangan Sipil karena letaknya tepat di depat gedung Departemen Teknik Sipil. What makes me like it is its view. Hamparan rumput-rumput yang hijau dengan pepohonan yang tinggi besar di sebelah selatan dan barat. Ditingkahi dengan burung-burung kecil dengan paruhnya yang berwarna-warni, entah nama burungnya apa. Suasananya benar-benar bisa bikin refresh. Apalagi kalau di pagi hari, seperti biasa saya lewati setiap jam 8 pagi. Ah… nikmatnya, jadi bisa sedikit melegakan pikiran setelah sebelumnya melihat dan membaca berita di koran dan televisi yang kurang mengenakkan.

Waktu pertama kali masuk ke kampus ini, lapangan ini belum hijau seperti sekarang. Dulu masih berupa tanah merah yang penuh batu, debu dan pasir. Rumputnya hanya sedikit. Tempat favorit untuk ospek karena tekstur tanahnya yang keras. Tapi sejak pembaruan lahan parkir di sekitar wilayah ini, lapangan ini pun mengalami perubahan yang hasil akhirnya seperti yang disebutkan di atas.

Meskipun sempat tercemar oleh populasi burung koak yang menggila setahun yang lalu, tapi tempat ini selalu jadi tempat favorit saya. Tempat untuk refreshing dalam perjalanan dari kos ke kampus ataupun sebaliknya. So refreshing. Thank you, God.

Well, can’t just relax all day. Must continue my journey of life Smiling

Amazing Life, R U Kiddin' Me? 8:41 am

Pagi-pagi ngliat berita di TV kenapa beritanya ga ada yang enak ya?

  • Keributan setelah Yahya Zaini diperiksa polisi. Entah kenapa tiba-tiba wartawan yang mencoba meliput tampak marah-marah.
  • Sidang interpelasi Nurmahmudi Ismail yang diwarnai kericuhan di luar persidangan. Sampai ada pukul-pukulan pula. Sudah gitu ada yang sempat-sempatnya masuk ke gedung persidangan. Untung saja kericuhan ga berlanjut lebih jauh.
  • Proses eksekusi lahan sengketa, di Semarang kalau tidak salah. Ini pun diwarnai kericuhan. Tiba-tiba saja sudah ada banyak orang yang berjaga-jaga di lahan sengketa. Mereka ini siapa? Ada kepentingan apa? Tidak jelas.

Itu baru dari TV. Lanjut baca koran, kebetulan berlangganan Koran Tempo di kos. Yang paling menyesakkan berita tentang perjanjian kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Microsoft tentang pembelian lisensi produk Microsoft yang angkanya lebih dari Rp. 300 Miliar. Bukannya pemerintah sedang menggalakkan IGOS (Indonesia Goes Open Source) ya? Kenapa sekarang jadi kerjasama dengan Microsoft? Aneh.

Sampai kampus. Buka detikcom. Beritanya pun sama-sama miris, tentang gempa dan longsor di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang memakan korban 4 orang meninggal dan ribuan mengungsi.

Ah, cape juga setiap hari berhadapan dengan berita-berita yang kurang enak. Tapi mau bagaimana lagi, itulah realita kehidupan. Fiuh…

Amazing LifeDecember 17, 2006 10:19 am

Ga kerasa sudah akhir semester. Sepertinya baru kemarin mulai semester baru. Minggu kemarin kuliah terakhir semester ini. Mulai besok Senin sudah mulai minggu ujian. Fiuh…

Tapi ada yang beda di semester ini. Biasanya menjelang UAS dah menyibukkan diri dengan sedikit-sedikit belajar untuk persiapan, tapi untuk semester ini relatif lebih santai. Ya, santai karena semester ini cuma ambil tiga pelajaran dengan total 8 sks. Jadi otomatis cuma ada tiga UAS untuk semester ini.

Satu ujian sudah beres karena jadwalnya dipercepat karena dosennya mau berangkat haji (Doakan saya cepat lulus ya, Pak!). Cukup sukses pula, karena di saat-saat terakhir bisa buka laptop untuk ngliat contoh soal yang mirip dengan soal ujian. Baru kali ini ngalamin ujian yang boleh open laptop. Ya mau gimana lagi, dosennya bilang boleh buka apa saja. Karena ga punya buku dan kepepet ya terpaksa deh buka itu laptop Spiteful Mudah-mudahan bisa dapet A. dah lama juga ga dapet A Sad

Dua ujian lagi baru ada setelah tahun baru. Yup, jadinya dua minggu kedepan bakalan libur total!! Yippee… bisa pulang ke Jakarta. Kangen sama masakan emak di rumah Spiteful Tapi ga bisa terlalu santai. Soalnya itu sisa dua ujian ternyata ada di hari yang sama. Tanggalnya ga friendly pula, 2 Januari. Masa’ abis lebaran haji besoknya dah mesti balik lagi ke Bandung Sad

Ya sudah, yang penting tetap harus berjuang. Kembali ke ujian. Diantara dua ujian itu, anehnya yang paling saya kuatirin bukan kuliah dari jurusan elektro, tapi dari jurusan TI (Teknik Industri). Entah kenapa, sepertinya dosen-dosen TI not friendly enough with me gitu. Dua kali ikut kuliah dari jurusan TI, keduanya dapat nilai yang ga bagus. Yang pertama dapat D, otomatis harus diulang. Pelajaran ini juga yang 2 minggu lagi bakal diujianin.

Yang kedua dapat C. Ini yang paling aneh. Soal UAS sama persis dengan soal tahun kemarin. Bahan sudah dipelajari. Boleh buka catatan pas ujian, akhirnya ngliat pembahasan soal tahun kemarin yang juga sudah dibahas ulang. Sudah yakin dapat bagus. UTS pun nilainya lumayan. Ketika nilai diumumin, malah dapat C. Jadi bingung apa yang salah. Lebih bingung lagi ternyata dari sekian banyak anak elektro yang ikut kuliah, cuma dua orang yang ga dapat C. Ini karena memang hasil ujiannya ga bagus, atau karena sentimen jurusan, pak? Apa yang salah? Kesal juga jadinya Wallbashing

Yah, akhir kata, doakan saya berhasil melawati semua ujian-ujian itu dengan sukses. Semester depan masih ada satu kuliah wajib lagi. Mudah-mudahan jadi semester terakhir dengan status saya sebagai mahasiswa S1 Happy

Amazing LifeDecember 11, 2006 8:36 am

“Sometimes life’s going to hit you in the head with a brick. Don’t lose faith. I’m convinced that the only thing that kept me going was that I loved what I did. You’ve got to find what you love, and that is as true for work as it is for your lovers. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work, and the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking, and don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it, and like any great relationship it just gets better and better as the years roll on. So keep looking. Don’t settle.”

                                                                   Steve Jobs, CEO of Apple Computer