Words of A Mind

Computer, Science, and TechnologyJuly 4, 2008 9:18 pm

Kebetulan lagi di Bandung untuk acara nikahan teman. Kebetulan juga dah 3 bulan ga ngenet di kosan. Beginilah hasil speed test internet di kosan yang masih pake Melsa.

 

 

Wah, tampak ga mungkin. Maximal aja cuma 512 kbps, masa bisa dapet sgitu. Coba test download.

 

 

Bener kan. Speed test nya menyesatkan nih…

Amazing LifeJuly 3, 2008 9:59 am

Tau satuan setelah billion dan trillion? Infinite?

Resminya ga ada, tapi ternyata banyak juga yang bikin istilah baru untuk angka yang nol-nya banyak itu:

  • zillion,
  • jillion,
  • gazillion,
  • ananillion,
  • bajillion,
  • bazillion,
  • dillion,
  • gadzillion,
  • gagillion,
  • gajillion,
  • godzillion,
  • gonillion,
  • grillion,
  • hojillion,
  • julillion,
  • kabillion,
  • kajillion,
  • katrillion,
  • killion,
  • robillion,
  • skillion,
  • squillion,
  • umptillion.

Ada yang mau bikin istilah baru?

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Zillion

Amazing LifeJune 27, 2008 10:42 pm

Yeah, pas dah punya unlimited internet connection, account Rapidshare malah expired.

 

Account bareng-bareng anak kost nih.

Klo kayak gini, kapan download komiknya? Dah puasa komik satu bulan nih. Dah ketinggalan jauh banget.

Final Crisis dah mulai kah? Secret Invasion dah sampe mana?

Computer, Science, and TechnologyJune 22, 2008 11:58 pm

Ga tau dah judulnya bener atau ga, cuma kedengeran bagus aja :P

Jadi begini, sabtu kemarin petugas dari NetZAP datang ke rumah untuk cek sinyal dan instalasi perangkat. Setelah dipastikan sinyal cukup bagus, ga perlu nunggu lama untuk mendapatkan username dan password untuk segera mengarungi internet.

FYI, NetZAP ini adalah provider untuk wireless broadband access. Kalau ga salah, izin postel mereka menggunakan frekuensi 2.5 GHz. Karena wireless makanya yang perlu dilakukan cuma cek sinyal tadi.

Kenalan sama si NetZAP sewaktu sedang luntang lantung sendirian di acara "Festival Komputer Indonesia" di JCC beberapa waktu yang lalu. Tertarik dengan penawaran unlimited yang seharga Rp. 275 ribu untuk kecepatan 512 kbps. Lumayan murahlah dibanding paket unlimited Speedy yang Rp. 750 ribu. Emang sih ada yang lebih murah, Telkomsel Flash unlimited, cuma Rp. 125 ribu untuk unlimited, Tapi setelah pemakaian 3 GB, kecepatan yang seharusnya bisa mencapai 3.6 Mbps (CMIIW), bakal dipangkas sampai 64 kbps. Nangis dah pake kecepatan segitu :P Udah gitu cuma untuk pelanggan Kartu Halo, males lagi ngurusnya. FirstMedia? Belum masuk ke sini, bung. Kalau ada sih, mending pake itu :P

Si NetZAP ini skemanya emang mirip Telkomsel Flash, ada pembatasan kecepatan setelah jumlah akses tertentu: 384 kbps setelah pemakaian 5 GB. Tentunya jauh lebih enak dari si Telkomsel Flash. Tambah lagi syaratnya yang ga ribet, cuma perlu photocopy KTP plus uang deposit modem Rp. 500 ribu, sama tentunya penerimaan sinyal yang cukup bagus.

Anyway, ini hasil pengetesan di situs speedtest.net.

 

Lumayanlah. Yah, mudah-mudahan ga cuma bagus di awal tapi seterusnya.

Next stop: bagaimana caranya nge-share koneksi internet ini tanpa menggunakan wireless switch (atau router) ? Jadi maksudnya kayak skema begini.


Ada yang tau?

Amazing LifeJune 16, 2008 1:55 pm

Found it on the web.

 

Try Google "Naruto Simpsons" to see other funny pics.

Amazing LifeMay 15, 2008 9:33 am
Belum lagi rencana kenaikan harga BBM tanggal 23 Mei 2008 terlaksana, bensin Premium sudah mulai langka. Ini bukan kejadian di daerah NTT seperti yang ada di berita. Tapi saya lihat sendiri di Jakarta, tepatnya di pom bensin Pertamina di Jalan Gatot Subroto.

Di pintu masuk pom bensin terpasang plang bertuliskan "Premium Habis". Kata si mbak petugas pom bensin, Premium mulai habis dari hari kemarin. Yah, mudah-mudahan tren kehabisan Premium ini ga menular ke tempat lain.

Untung si motor minumnya Pertamax jadi ga kena imbasnya. Cuma harganya aja naik jadi Rp. 8900 dari biasanya Rp. 8750. Haduh, naik terus….

Amazing LifeMay 12, 2008 5:04 pm
Bagaimana pendapat orang luar tentang ITB? Barusan ketemu dengan manajer (direktur?) Indonesian France Chamber of Commerce and Industry (IFCCI), mereka bilang ITB payah, pelit, dan susah diajak kerja sama. Ini dia bilang sewaktu technical meeting untuk acara Job Opportunity Day di UI rabu besok, membandingkan antara bikin acara di UI (Rabu ini) dengan di ITB (bulan November 2007).
Tentunya dia bilang ini bukan tanpa sebab. Tampaknya dia betul-betul kecewa dengan penyelenggaraan acara di ITB November tahun lalu. Di awali dengan proses perijinan yang rumit, ditambah dengan kinerja pihak ITB yang tidak sesuai harapan membuat dia bilang "We’re not so crazy on doing it again in ITB this year" (kira-kira seperti itu), kemudian mulai membandingkan dengan bagaimana mulusnya kerjasama yang mereka lakukan dengan pihak UI.
Tentu saja saya yang hadir di situ jadi malu. Ya malu karena pernah jadi bagian dari ITB. Malu karena almamater yang mestinya dibanggakan ternyata dicap jelek oleh orang lain, ditambah lagi orang lain tersebut memiliki kedekatan dengan pihak pemerintah negara asing (dalam hal ini Perancis).
Kalau sudah begini, citra ITB bisa (atau malah sudah?) jelek di mata orang-orang asing itu. Pupus sudah harapan ITB untuk menjadi World Class University. Bagaimana mau jadi world class, kerjasama kecil begini saja sudah dianggap tidak profesional.
Sok atuh ITB, dibenerin itu kinerjanya, biar dibilang profesional. Malu atuh, Pak!
Amazing LifeMay 9, 2008 4:39 pm

For those of you who doesn’t know, this is blog aggregator for ITB’s lecturer:

PlanDos: Planet Dosen ITB

Semoga makin banyak dosen ITB yang nge-blog, biar bisa tau pemikiran orang-orang hebat ini.

 

Babe ikutan nge-blog juga ga ya? hmm….. 

 

Computer, Science, and TechnologyMay 1, 2008 10:47 pm

Bingung sama operator seluler di Indonesia. Mereka sudah investasi bermiliar-miliar untuk lisensi dan segala perangkat untuk implementasi 3G, tapi kenapa perang harga yang mereka lakukan cuma di layanan suara  (voice service ) aja? Percuma dong keluar duit segitu banyak tapi ternyata teknologinya sendiri ga dimanfaatin secara optimal. Malah yang diekspos besar-besaran sekedar layanan standar: suara dan sms.

Hayu atuh pak, bu, operator, itu layanan 3G-nya juga diikutin di perang harganya. Biar rame. Ga usah takut dapetnya sedikit. Lha itu untuk suara aja berani ngasih tariff yang nol di belakang komanya panjang ga keitung gitu, mestinya untuk 3G juga bisa dong.

Kalau ngutip dari pak Dirjen Postel, industri seluler ini kan industri vacuum cleaner yang nyedot cuma sedikit uang dari tiap orang, tapi karena jangkauannya luas, jadi banyak orang yang bisa disedot yang otomatis jadi besar total uang yang didapat. Mestinya prinsip ini juga yang dipegang untuk layanan 3G (layanan data), kasih harga yang murah, jadi meski yang didapat dari tiap pengguna cuma sedikit, tapi dari sedikit itu bisa banyak juga karena jangkauannya yang sudah se-Indonesia itu.

Jadi, kapan mau perang harga layanan 3G?

Masih menunggu internetku sembuh…

Computer, Science, and Technology, Amazing LifeApril 29, 2008 11:21 am

Pernah mengalami percobaan penipuan yang mengaku atas nama Bank? Saya pernah, dua kali malah. Yang pertama seperti yang pernah saya post sebelumnya. Kemudian yang kedua berselang beberapa bulan setelah kejadian yang pertama. Kalau yang pertama si pelaku mengaku dari BNI, untuk yang kedua ini mengaku atas nama Bank Niaga.

Kemudian belum lama ini (minggu lalu tepatnya) seorang teman hampir saja menjadi korban penipuan kartu kredit. Untung saja si pelaku yang mengaku hanya sebagai kurir tidak cukup cerdas sehingga teman tersebut bisa lolos dari usaha penipuan.

Yang ingin saya soroti disini adalah begitu mudahnya para pelaku kejahatan ini mendapatkan data pribadi nasabah bank. Dari mana mereka bisa mendapatkan data yang sensitif seperti itu?

Dari tiga kejadian di atas, si pelaku bisa tau pasti nomor telepon saya dan teman saya itu. Tentunya nomor telepon ini tidak mereka dapatkan dengan memencet sembarang nomor. Terbukti mereka tau nama lengkap saya dan tau saya nasabah BNI dan Niaga. Satu lagi, darimana mereka tau saya nasabah dua bank itu? Terlebih untuk Bank Niaga, karena rekening itu saya bikin sekedar untuk coba-coba dan tidak ada orang lain yang tau tentang rekening itu, ya selain saya dan pegawai bank itu tentunya.
Meskipun hanya nomor telepon dan nama, tapi dari dua data in isaja bisa timbul kerugian yang cukup besar kalau tidak hati-hati.

Mari coba list kemungkinan para pelaku mendapatkan data pribadi tersebut:
1.    Membobol server bank
Mungkin ini cara yang paling extreme untuk dilakukan. Tapi saya pesimis cara ini yang mereka lakukan, karena yang berhasil mereka dapatkan cuma nama lengkap dan nomor telepon. Tentunya kalau mereka berhasil membobol server, mereka ga perlu repot-repot menelpon mengaku sebagai pegawai bank untuk menanyakan nomor kartu kredit / ATM.
2.    Kerjasama dengan oknum pegawai bank
Bukannya mau menuduh ya. Ini kan sekedar ngelist aja kemungkinan yang ada di pikiran saya. Kemungkinan dengan cara ini bisa saja terjadi. Kalau pesimis dengan cara ini dengan alasan seperti yang sebelumnya, mungkin si oknum bank ingin melindungi diri sendiri dengan hanya melihat sedikit data saja, Karena (mungkin) segala aktivitas mereka akan terekam oleh server.
3.    Social-engineering
Ini cara yang cukup efektif untuk mendapatkan data pribadi. Ga perlu pusing-pusing ngejebol server segala. Mungkin para pelaku sering melihat saya bolak balik ke bank, kemudian melakukan pengamatan. Dari pengamatan itu mungkin saja si pelaku berhasil mendapatkan data nomor telpon dan lainnya.
4.    Apa lagi ya? Cuma itu aja yang kepikiran.

Entah cara-cara apa yang mereka gunakan, tapi tampaknya mereka tidak menemui kesulitan untuk mendapatkan data itu. Bahkan lebih ekstrem lagi, tampaknya mereka berhasil mendapatkan data yang lebih up-to-date dibanding data dari bank. Sewaktu kasus yang pertama, si pelaku menghubungi saya melalui nomor XL saya. Padahal nomor telepon yang ada di data bank adalah nomor Fren saya dan baru saya minta ganti lama setelah kejadian itu.

Kalau begini ceritanya, kira-kira bagaimana cara mereka bisa mendapatkan data-data itu ya? Ada yang tau?